Pemerasan Oknum Polri dalam Dugaan Kasus Asusila

Bacaan 10 Menit
Pemerasan Oknum Polri dalam Dugaan Kasus Asusila
Pertanyaan
Saya diceritakan sahabat dekat saya bahwa pada malam hari dia pergi dengan pacarnya. Setelah memutari kota, dia hendak berhenti dan memarkirkan mobilnya (memang keadaannya agak gelap, namun tidak sepi). Tiba-tiba ada 3 polisi menghadang dan memergoki mereka, padahal mereka tidak berbuat apa-apa.
 
Setelah bicara dengan polisi, mereka diancam akan dilaporkan atas tindak pidana ringan dugaan mesum. Polisi berniat membantu sahabat saya agar masalah selesai, namun dengan bayaran Rp10 juta. Sahabat saya mau tidak mau harus bayar.
 
Apakah tindakan sahabat saya merupakan tindakan asusila atau perbuatan mesum? Apakah bisa sahabat saya melaporkan tindakan pemerasan polisi tersebut?
Intisari Jawaban
Perbuatan sahabat Anda tidak serta merta dapat dikategorikan sebagai tindakan melanggar kesusilaan sebagaimana ketentuan hukum pidana dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana.
 
Terhadap tindakan pengancaman pelaporan pidana dan permintaan sejumlah uang kepada sahabat Anda oleh oknum Polri merupakan bentuk tindak pidana dan pelanggaran disiplin dan kode etik kepolisian.
 
Polisi yang melakukan tindakan pelanggaran disiplin dan kode etik dapat dilaporkan kepada Divisi Profesi dan Pengamanan Kepolisian serta terhadap tindak pidana yang dilakukannya dapat dilaporkan ke kantor kepolisian.
 
Penjelasan lebih lanjut dapat Anda klik ulasan di bawah ini.