Kamis, 03 September 2020

Plafon Rumah Ambruk, Kontraktor atau Developer yang Bertanggungjawab?

Plafon Rumah Ambruk, Kontraktor atau Developer yang Bertanggungjawab?

Pertanyaan

Tahun 2014 saya membeli rumah dari developer dan langsung serah terima di awal saat masih tanah kosong dan melakukan penambahan bangunan oleh kontraktor pertama yang ditunjuk oleh developer. Rumah selesai pada Oktober 2015. Baru 1 tahun lebih, rumah tersebut plafonnya ambruk. Setelah dicek oleh kontraktor lain, bahwa terjadi kelalaian kontraktor pertama dalam finishing rumah. Garansi rumah cuma 1 tahun dari pihak kontraktor. Apakah saya dapat mengajukan gugatan perdata akibat kelalaian kontraktor?

Intisari Jawaban

Kontraktor sebagai penyedia jasa konstruksi dan developer sebagai pengguna jasa konstruksi dapat dimintai pertanggungjawaban dalam hal terjadi kegagalan bangunan, yang ditentukan oleh penilai ahli.
 
Sebagai pihak yang dirugikan, Anda berhak untuk menuntut ganti rugi baik melalui pengadilan maupun luar pengadilan.
 
Selain itu, kontraktor juga dapat dilaporkan ke Polisi apabila terdapat dugaan pelanggaran terhadap ketentuan Undang–Undang Nomor 28 Tahun 2002 tentang Bangunan Gedung karena kelalaian kontraktor.
 
Penjelasan lebih lanjut dapat Anda klik ulasan di bawah ini.

 

Lihat Ulasan Lengkap

Setiap artikel jawaban Klinik Hukum dapat Anda simak juga melalui twitter @klinikhukum, atau facebook Klinik Hukumonline.

Cari Jawaban
Rubrik ini disediakan bagi anda untuk mengajukan persoalan hukum yang anda hadapi. Rubrik ini diperuntukkan hanya kepada member hukumonline.com
Jika anda member Hukumonline,
silakan Login, atau Daftar ID anda.
Kirim Pertanyaan ke hukumonline.com
 
[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua