Vaksin untuk Anak di Sekolah, Bisakah Orang Tua Menolaknya?

Bacaan 7 Menit
Vaksin untuk Anak di Sekolah, Bisakah Orang Tua Menolaknya?
Pertanyaan

Belakangan ini merebak kasus penyakit Difteri yang katanya sudah tidak dijumpai sejak beberapa tahun, dan sekarang muncul laporan temuan kasus penyakit tersebut. Penyakit ini secara medis sangat berbahaya, terutama akibat adanya racun oleh kuman penyebab yang dapat merusak kerja jantung sehingga memicu kematian. Selain itu, selaput yang ditimbulkan oleh kuman tersebut dapat berkembang dan menutupi jalan nafas sehingga juga berakibat fatal. Sebenarnya penyakit tersebut sudah dicegah oleh pemerintah melalui program imunisasi rutin di Posyandu serta melalui imunisasi tambahan di sekolah-sekolah. Akan tetapi, beberapa tahun terakhir, muncul kalangan yang tidak setuju adanya vaksin dengan berbagai macam alasan sendiri. Diduga, mereka yang anaknya tidak divaksin inilah yang berpotensi tertular dan menularkan penyakit, termasuk difteri. Pemerintah merespon kasus luar biasa difteri ini melalui Outbreak Response Immunization yang merupakan pemberian imunisasi melalui 3 kali pemberian dengan jarak 6 bulan. Termasuk pada anak-anak sekolah. Bagaimana konsekuensinya jika memberi vaksin di sekolah pada anak yang orang tuanya tidak setuju dengan pemberian vaksin? Apakah bisa dituntut? Karena selama ini pemberian imunisasi di sekolah berjalan begitu saja, tanpa harus mendatangkan orang tua murid.

Intisari Jawaban

Pelaksanaan vaksin untuk anak usia sekolah dasar merupakan bagian dari imunisasi rutin, yang berbentuk imunisasi lanjutan dan bersifat wajib. Dikarenakan sifatnya yang wajib, secara hukum, bolehkah orang tua murid menolak pemberian vaksin untuk anak yang diselenggarakan di sekolah tersebut?

Penjelasan lebih lanjut dapat Anda klik ulasan di bawah ini.

Punya Masalah Hukum Yang Sedang Dihadapi?
Mulai dari Rp 30.000
Powered By Justika