Senin, 05 October 2020

Khawatir Anak Terpengaruh Agama Lain Sejak Eks Istri Menikah Lagi

Khawatir Anak Terpengaruh Agama Lain Sejak Eks Istri Menikah Lagi

Pertanyaan

Bagaimana hak asuh anak apabila mantan istri telah menikah kembali dengan pria non-Muslim? Seorang ayah Muslim pastinya khawatir dengan kondisi seperti ini di mana ada kemungkinan anak akan mendapatkan pengajaran dari agama selain Islam.

Intisari Jawaban

Salah satu dampak dari perceraian adalah berkenaan dengan hak asuh atas anak. Jika anak berusia kurang dari 12 tahun, maka hakim akan memberikan hak asuh anak pada ibunya. Dalam hal kebutuhan agama anak, maka secara hukum ditetapkan mengikuti agama orang tuanya, walaupun orang tua sudah berpisah.
 
Jika pihak yang mendapat hak asuh anak menikah dengan orang non-Muslim, maka bisa dilakukan upaya komunikasi dan musyawarah agar anak tetap mendapat pengasuhan di bidang agamanya. Namun jika salah satu pihak mengabaikan pengasuhan tersebut, sehingga bisa berakibat pada pemaksaan terhadap pilihan agama anak, maka upaya yang bisa dilakukan adalah mengajukan permohonan peralihan hak pengasuhan anak ke pengadilan.
 
Penjelasan lebih lanjut dapat Anda klik ulasan di bawah ini.

 

Lihat Ulasan Lengkap

Setiap artikel jawaban Klinik Hukum dapat Anda simak juga melalui twitter @klinikhukum, atau facebook Klinik Hukumonline.

Cari Jawaban
Rubrik ini disediakan bagi anda untuk mengajukan persoalan hukum yang anda hadapi. Rubrik ini diperuntukkan hanya kepada member hukumonline.com
Jika anda member Hukumonline,
silakan Login, atau Daftar ID anda.
Kirim Pertanyaan ke hukumonline.com
 
[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua