Selasa, 20 Pebruari 2018

Pelapor Minta Uang Pencabutan Berkas Pidana, Dapatkah Dikatakan Pemerasan?

Pelapor Minta Uang Pencabutan Berkas Pidana, Dapatkah Dikatakan Pemerasan?

Pertanyaan

Suami saya sedang dilaporkan oleh seseorang atas Pasal 368 dan 365 KUHP, namun anehnya pelapor tersebut meminta nominal uang sebesar Rp 100 juta untuk biaya pencabutan berkas atau damai. Bagaimana hukum melihatnya? Apa bisa dikatakan sebagai tindak pemerasan atau apa?

Intisari Jawaban

Dalam hukum pidana ada 2 (dua) jenis delik, yaitu Delik Biasa dan Delik Aduan. Delik Aduan, yaitu delik yang hanya dapat dituntut karena adanya pengaduan dari pihak yang dirugikan. Misalnya delik yang diatur dalam Pasal 310 KUHP dan seterusnya tentang Penghinaan, Pasal 284 KUHP tentang Perzinahan, dan sebagainya. Delik Biasa, pelakunya dapat dituntut menurut hukum pidana tanpa perlu adanya pengaduan.

Jadi, sangat tidak benar secara hukum apabila pelapor meminta uang kepada Anda dengan iming-iming akan mencabut laporan polisi, sebab perkara yang dituduhkan kepada suami Anda adalah delik biasa, sehingga laporan pada Kepolisian tidak dapat dicabut. Dengan kata lain, proses hukum terhadap suami Anda akan tetap berjalan.

Kemudian mengenai pertanyaan Anda apakah tindakan pelapor suami Anda dapat dikatakan sebagai pemerasan, unsur-unsur yang harus dipenuhi agar suatu perbuatan dikatakan Pemerasan dan Pengancaman adalah:

  1. Memaksa orang lain;

  2. Untuk memberikan barang yang sama sekali atau sebagian termasuk kepunyaan orang itu sendiri atau kepunyaan orang lain, atau supaya orang itu membuat utang atau menghapuskan piutang;

  3. Dengan hendak menguntungkan diri sendiri atau orang lain dengan melawan hak;

  4. Memaksanya dengan memakai kekerasan atau ancaman kekerasan.

Oleh karena itu, apabila perbuatan pelapor yang meminta uang sejumlah Rp 100 juta tersebut memenuhi keempat unsur di atas, maka perbuatannya dapat dikategorikan sebagai Pemerasan dan Pengancaman.

Penjelasan lebih lanjut dapat Anda simak dalam ulasan di bawah ini.

 

Lihat Ulasan Lengkap

Setiap artikel jawaban Klinik Hukum dapat Anda simak juga melalui twitter @klinikhukum, atau facebook Klinik Hukumonline.

Cari Jawaban
Rubrik ini disediakan bagi anda untuk mengajukan persoalan hukum yang anda hadapi. Rubrik ini diperuntukkan hanya kepada member hukumonline.com
Jika anda member Hukumonline,
silakan Login, atau Daftar ID anda.
Kirim Pertanyaan ke hukumonline.com
 
[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua