Ketentuan Impor Rokok Elektrik (Vape)

Bacaan 9 Menit
Ketentuan Impor Rokok Elektrik (<i>Vape</i>)
Pertanyaan

Sekarang kebiasaan merokok konvensional berubah menjadi merokok menggunakan rokok elektrik vape, banyak anak muda suka nge-vaping. Selain itu, usaha-usaha penjual atau distributor vape cukup banyak menjamur. Banyak produk vape didapat dari luar negeri. Apakah ada ketentuan khusus impor vape? Ataukah sama dengan aturan impor barang lainnya?

Intisari Jawaban
?
Secara umum ketentuan impor rokok elektrik sama dengan ketentuan impor pada umumnya yaitu harus memiliki Angka Pengenal Importir (API), tetapi dalam hal mendapatkan persetujuan impor, bagi importir rokok elektrik harus memenuhi beberapa persyaratan lainnya, di antaranya yaitu Surat Izin Usaha Perdagangan, bukti pengalaman sebagai importir Rokok Elektrik paling sedikit selama 1 (satu) tahun yang dibuktikan dengan Pemberitahuan Impor Barang (PIB), rekomendasi dari kementerian perindustrian dan kementerian kesehatan, serta bukti pengalaman sebagai distributor Rokok Elektrik paling sedikit selama 1 (satu) tahun.
?
Kemudian ada beberapa hal khusus lainnya yaitu antara lain:
  1. Melakukan Verifikasi atau Penelusuran Teknis Impor di pelabuhan muat. Verifikasi atau Penelusuran Teknis dilakukan oleh Surveyor yang ditetapkan oleh Menteri Perdagangan.
  2. Setiap Impor Rokok Elektrik hanya dapat dilakukan melalui pelabuhan tujuan:
    1. pelabuhan laut: Belawan di Medan, Tanjung Perak di Surabaya, dan Soekarno Hatta di Makasar.
    2. pelabuhan udara: Soekarno-Hatta di Tangerang.
  3. Kemudian Rokok Elektrik asal impor hanya dapat diedarkan setelah memperoleh izin edar dari lembaga pemerintah non-kementerian yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang pengawasan obat dan makanan.
?
Penjelasan lebih lanjut dapat Anda simak dalam ulasan di bawah ini.
?