Hukumnya Mengirim Screenshot Chat yang Telah Dimanipulasi

Bacaan 11 Menit
Hukumnya Mengirim <i>Screenshot Chat</i> yang Telah Dimanipulasi
Pertanyaan

Jika ada seseorang (sebut si A) mengirim screenshot percakapan Whatsapp antara dia (si A) dengan orang lain (si B), dimana si B ini hubungannya dekat dengan saya, tapi isi screenshot percakapan Whatsapp-nya itu manipulatif (tidak benar), yang saya duga bermaksud merusak hubungan saya dengan si B, apakah hukumnya? Sebelumnya saya sudah mengkonfirmasi dengan si B bahwa isi screenshot tidak benar. Terima kasih.

Intisari Jawaban
Whatsapp Messenger merupakan bentuk percakapan elektronik secara privat jika ditujukan kepada penerima perseorangan.
?
Dalam konteks pertanyaan Anda, setidaknya terdapat 3 (tiga) pasal yang terkait dengan kemungkinan pelanggaran atas tindakan yang dilakukan oleh A sehubungan dengan percakapan Whatsapp ini, yaitu:
?
  1. Tindakan Pelanggaran Privasi Terhadap B (jika benar ada percakapan antara A dengan B);
Jika di dalam screenshot?percakapan via Whatsapp tersebut terdapat data pribadi B (di antaranya nama, tulisan, dan/atau gambar yang dapat mengidentifikasikan seseorang), maka penyebaran percakapan tersebut melalui media elektronik baik yang dilakukan oleh pihak di luar percakapan maupun oleh pihak yang ada di percakapan?harus dilakukan atas persetujuan orang yang bersangkutan (dalam hal ini B).
  1. Tindakan Manipulasi Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik;
Apabila fail screenshot tersebut sudah diedit dengan tujuan dipalsukan atau dimanipulasi sehingga yang ditampilkan bukan isi percakapan yang sebenarnya, maka tindakan A merupakan perbuatan yang dilarang dan dapat dipidana dengan pidana penjara paling lama 8 (delapan) tahun dan/atau denda paling banyak Rp2 miliar;
  1. Anda kurang menjelaskan detail bagaimana isi percakapan yang dimanipulasi tersebut sehingga Anda bisa menduga bahwa A bermaksud merusak hubungan Anda dengan si B. Dalam hal ini, perlu dilihat kembali bagaimana muatan yang terkandung dalam screenshot percakapan yang telah dimanipulasi tersebut.
Jika mengandung muatan yang melanggar kesusilaan; penghinaan dan/atau pencemaran nama baik; pemerasan dan/atau pengancaman; informasi yang menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan SARA, atau berisi ancaman kekerasan atau menakut-nakuti yang ditujukan secara pribadi, maka A dapat dipidana.
?
Namun, perlu diingat bahwa dibutuhkan pembuktian lebih lanjut melalui proses hukum untuk menentukan apakah tindakan A dapat dikenakan sanksi pidana maupun dapat digugat secara hukum perdata.
?
Penjelasan lebih lanjut dapat Anda simak dalam ulasan di bawah ini.