Rabu, 21 Pebruari 2018

Dapatkah Menjual Harta Bersama yang Sedang Dalam Sita Marital?

Dapatkah Menjual Harta Bersama yang Sedang Dalam Sita Marital?

Pertanyaan

Kapan dikatakan berakhirnya sita harta bersama? Apakah boleh menjual harta bersama untuk keperluan mendesak pada saat masih dalam sita pengadilan? Jika dilakukan penjualan, apakah harus setelah putusan cerai?

Intisari Jawaban

Hal- hal yang dapat mengakhiri sita harta bersama, yaitu:
  1. Tuntutan perceraian atau pembagian harta bersama ditolak pengadilan (Pasal 823e Reglement of de Rechtsvordering (RV). Penolakan gugatan harus dibarengi dengan:
    1. Pengangkatan sita harta bersama, serta
    2. Pencoretan, pendaftaran dan pengumumanya pada buku register (Pasal 830 Rv)
  2. Berdasarkan penetapan pengangkatan sita yang dikeluarkan pengadilan atas permohonan salah satu pihak (Pasal 823c dan Pasal 823 h Rv).
  3. Gugatan perceraian dan pembagian harta bersama dikabulkan, kemudian berdasarkan keputusan itu, telah dilaksanakan pembagian harta bersama.
Penjualan terhadap harta bersama tidak perlu menunggu sampai adanya putusan. Penjualan dapat dilakukan pada saat harta bersama tersebut masih dalam keadaan sita dengan syarat memperoleh izin dari pengadilan. Harta bersama yang dalam keadaan disita dapat dimohonkan izin untuk dijual dengan syarat untuk memenuhi kebutuhan mendesak (sedemikian rupa pentingnya untuk menyelamatkan kehidupan pemohon dan keluarga), harus mendengar pendapat pihak lain (suami atau istri), dan tidak boleh merugikan pihak lain.
Penjelasan lebih lanjut dapat Anda simak dalam ulasan di bawah ini.

 

Lihat Ulasan Lengkap

Setiap artikel jawaban Klinik Hukum dapat Anda simak juga melalui twitter @klinikhukum, atau facebook Klinik Hukumonline.

Cari Jawaban
Rubrik ini disediakan bagi anda untuk mengajukan persoalan hukum yang anda hadapi. Rubrik ini diperuntukkan hanya kepada member hukumonline.com
Jika anda member Hukumonline,
silakan Login, atau Daftar ID anda.
Kirim Pertanyaan ke hukumonline.com
PENJAWAB : Sovia Hasanah, S.H.
MITRA : Si Pokrol
Saat ini sudah tidak bekerja di Hukumonline. Namun dulu pernah bergabung di Divisi Klinik.
 
[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua