Kamis, 28 Juni 2018

Bolehkah Koperasi Mempekerjakan Karyawan Kontrak?

Bolehkah Koperasi Mempekerjakan Karyawan Kontrak?

Pertanyaan

Bolehkah koperasi mempekerjakan karyawan kontrak?

Intisari Jawaban

Sebelum menjawab pertanyaan Anda, kami perlu asumsikan beberapa hal berikut:
  1. Yang Anda maksud dengan karyawan kontrak adalah pekerja dengan perjanjian kerja untuk waktu tertentu (PKWT);
  2. Karyawan yang Anda maksud adalah karyawan yang diangkat oleh pengurus koperasi dan bertugas mengelola usaha koperasi (sebagai pengelola koperasi).
Apakah koperasi boleh memperkerjakan karyawan kontrak? Dalam Undang-Undang Nomor 25 Tahun 1992 tentang Perkoperasian (UU 25/1992) sebenarnya tidak dikenal istilah pekerja/karyawan koperasi. Memang istilah karyawan koperasi pernah diatur dalam Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2012 tentang Perkoperasian, tetapi UU tersebut sudah dinyatakan bertentangan dengan UUD 1945 dan tidak mempunyai kekuatan hukum mengikat oleh Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 28/PUU-XI/2013 tentang Pengujian Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2012 tentang Perkoperasian Terhadap Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.
Namun, jika melihat ketentuan dalam Pasal 32 UU 25/1992, secara implisit dapat kita simpulkan bahwa dalam mengelola koperasi, pengurus koperasi (pihak yang mewakili koperasi) dapat mengangkat pengelola. Hubungan antara pengelola dengan pengurus koperasi adalah hubungan kerja yang dilakukan secara kontraktual.
Berkaitan dengan hubungan kerja pada koperasi ini, kita dapat merujuk pada Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan (UU Ketenagakerjaan) yang memberikan definisi hubungan kerja adalah hubungan antara pengusaha dengan pekerja/buruh berdasarkan perjanjian kerja, yang mempunyai unsur pekerjaan, upah dan perintah.
Dalam konteks pertanyaan Anda, koperasi (yang diwakili oleh pengurus) adalah badan usaha berbadan hukum sebagai pemberi kerja (pengusaha), dan para karyawan di dalamnya termasuk pekerja/buruh menurut UU Ketenagakerjaan.
Penjelasan lebih lanjut dapat Anda simak dalam ulasan di bawah ini.

 

Lihat Ulasan Lengkap

Ingin Masalah Anda Segera Tuntas?

Hubungi konsultan hukum profesional dengan biaya terjangkau, pilih durasi dan biaya konsultasi sesuai kebutuhan Anda di sini.

Setiap artikel jawaban Klinik Hukum dapat Anda simak juga melalui twitter @klinikhukum, atau facebook Klinik Hukumonline.

Cari Jawaban
Rubrik ini disediakan bagi anda untuk mengajukan persoalan hukum yang anda hadapi. Rubrik ini diperuntukkan hanya kepada member hukumonline.com
Jika anda member Hukumonline,
silakan Login, atau Daftar ID anda.
Kirim Pertanyaan ke hukumonline.com
PENJAWAB : Sovia Hasanah, S.H.
MITRA : Bung Pokrol
Sovia Hasanah mendapatkan gelar Sarjana Hukum dari Universitas Andalas pada 2016 dengan mengambil Program Kekhususan IX (Hukum Agraria dan Sumber Daya Alam).
 
[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua