Upaya Hukum Bagi Freelancer yang Telat Mendapatkan Upah

Bacaan 10 Menit
Upaya Hukum Bagi <i>Freelancer</i> yang Telat Mendapatkan Upah
Pertanyaan

Saya bekerja sebagai freelancer yang bekerja secara remote (tidak on site). Saat mulai bekerja, tidak ada perjanjian/kontrak kerja. Tapi saya dijanjikan akan digaji setiap bulan dengan nominal yang telah disetujui dan pembayaran via transfer rekening dan gaji akan diberikan setiap tanggal 29 setiap bulan. Satu bulan pertama berjalan lancar meskipun gaji baru ditransfer tanggal 4 bulan berikutnya yang berarti terlambat 6 hari. Pada bulan kedua, terjadi lagi keterlambatan pembayaran gaji (yang seharusnya tanggal 29). Sudah saya komunikasikan dan pihak yang mempekerjakan saya berjanji akan melunasi pada minggu pertama bulan itu, namun sampai sekarang terhitung sudah 16 hari terlambat Saya sudah mencoba menghubungi pihak yang mempekerjakan saya namun tidak ada respon yang serius bahkan kadang tidak direspon. Apa yang bisa saya lakukan?

Intisari Jawaban
Menurut ketentuan?Pasal 18 ayat (1)?Peraturan Pemerintah Nomor 78 Tahun 2015 tentang Pengupahan, pengusaha wajib membayar upah pada waktu yang telah diperjanjikan antara pengusaha dan pekerja/buruh.
?
Terkait masalah pembayaran upah Saudara yang seharusnya sudah Saudara terima setiap tanggal 29 per bulan yang mana telah disepakati bersama, maka adalah hak Saudara untuk memperoleh upah tersebut sesuai tanggal kesepakatan. Sehingga keterlambatan yang dilakukan oleh pemberi kerja adalah merupakan perbuatan yang melanggar ketentuan dari apa yang telah diperjanjikan.
?
Lantas apa akibat yang harus ditanggung oleh pemberi kerja? Penjelasan lebih lanjut dapat Anda simak dalam ulasan di bawah ini