Rabu, 12 August 2020

Kedudukan Harta Istri yang Dijaminkan dalam Pembagian Gono-Gini

Kedudukan Harta Istri yang Dijaminkan dalam Pembagian Gono-Gini

Pertanyaan

Saya mau menanyakan, sebelum proses cerai, kami menjaminkan SHM di bank (kami pasangan Muslim), pinjaman atas nama saya (suami) dan sertifikat tanah SHM atas nama istri. Sekarang kami dalam proses cerai dan belum ada keputusan tetap dari Pengadilan Agama. Apabila suatu saat pihak istri melakukan pelunasan dan pengambilan sertifikat di bank sedangkan masih proses cerai, adakah tindakan hukum yang bisa saya lakukan? Ke pihak mana? Bank atau istri?

Intisari Jawaban

Dalam hukum perkawinan dikenal adanya 2 jenis harta, yaitu harta bersama dan harta bawaan. Terhadap harta bersama, suami atau istri hanya dapat bertindak atas persetujuan kedua belah pihak.
 
Sementara terhadap harta bawaan, masing-masing suami dan istri mempunyai hak sepenuhnya untuk melakukan perbuatan hukum mengenai harta bendanya.
 
Apabila suami dan istri yang sedang dalam proses cerai memiliki pinjaman kepada bank atas nama suami dan menjaminkan sertifikat hak milik istri sebagai objek jaminannya, kemudian sang istri melakukan pelunasan terhadap pinjaman tersebut sebelum adanya putusan cerai, maka bisa atau tidaknya suami melakukan upaya hukum bergantung pada status sertifikat hak milik yang dijaminkan tersebut, apakah merupakan bagian harta bersama atau harta bawaan.
 
Penjelasan lebih lanjut dapat Anda klik ulasan di bawah ini.

 

Lihat Ulasan Lengkap

Setiap artikel jawaban Klinik Hukum dapat Anda simak juga melalui twitter @klinikhukum, atau facebook Klinik Hukumonline.

Cari Jawaban
Rubrik ini disediakan bagi anda untuk mengajukan persoalan hukum yang anda hadapi. Rubrik ini diperuntukkan hanya kepada member hukumonline.com
Jika anda member Hukumonline,
silakan Login, atau Daftar ID anda.
Kirim Pertanyaan ke hukumonline.com
 
[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua