Kamis, 13 Desember 2018

Akibat Hukum Adanya Probation Sebelum Jadi Pegawai Kontrak

Akibat Hukum Adanya Probation Sebelum Jadi Pegawai Kontrak

Pertanyaan

Saya pegawai dari sebuah bank, saya sudah melewati masa percobaan selama 3 bulan, kemudian lanjut ke kontrak pertama selama 1 tahun, dan diperpanjang ke kontrak ke-2 selama 1 tahun. Setelah beres kontrak ke-2, saya mengikuti test untuk calon pegawai, tapi hampir 5 bulan setelah test tersebut belum ada kepastian, saya mau menanyakan apa yang harus saya lakukan?

Intisari Jawaban

Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) tidak dapat mensyaratkan adanya masa percobaan kerja (probation). Jika ada, maka masa probation tersebut batal demi hukum.
Dalam kasus Anda, menurut hemat kami istilah batal demi hukum bukan berarti masa pecobaan tidak dihitung dan dianggap tidak ada, namun status percobaannya yang batal demi hukum sehingga masa kerja tersebut dianggap menjadi sebuah awal dibuatnya PKWT. Karena masa percobaan batal demi hukum, maka PKWT awal (pertama) adalah selama 3 bulan, lalu diperpanjang 1 tahun, dan diperbaharui 1 tahun (setelah ada masa tenggang 30 hari sejak berakhirnya PKWT ke-dua) sebagaimana diatur dalam Pasal 59 Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan. Setelah masa PKWT tersebut berakhir (pembaruan terakhir), maka demi hukum status Anda seharusnya menjadi pegawai dengan Perjanjian Kerja untuk Waktu Tidak Tertentu (PKWTT) atau pegawai tetap.
Langkah apa yang dapat Anda lakukan? Penjelasan lebih lanjut dapat Anda simak dalam ulasan di bawah ini.

 

Lihat Ulasan Lengkap

Ingin Masalah Anda Segera Tuntas?

Percayakan masalah hukum Anda ke ahlinya. Hubungi konsultan hukum profesional, hanya Rp299.000,- per 30 menit.

Setiap artikel jawaban Klinik Hukum dapat Anda simak juga melalui twitter @klinikhukum, atau facebook Klinik Hukumonline.

Cari Jawaban
Rubrik ini disediakan bagi anda untuk mengajukan persoalan hukum yang anda hadapi. Rubrik ini diperuntukkan hanya kepada member hukumonline.com
Jika anda member Hukumonline,
silakan Login, atau Daftar ID anda.
Kirim Pertanyaan ke hukumonline.com
PENJAWAB : Dimas Hutomo, S.H.
MITRA : Bung Pokrol
Dimas Hutomo mendapatkan gelar sarjana hukum dari Universitas Airlangga pada 2014 dengan mengambil Peminatan Sistem Peradilan.
 
[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua