Kamis, 11 Oktober 2018

Haruskah Punya Ijazah S-1 untuk Menjadi Penyidik Kepolisian?

Haruskah Punya Ijazah S-1 untuk Menjadi Penyidik Kepolisian?

Pertanyaan

Ada saudara saya sekarang sudah ditetapkan sebagai tersangka lalu ditahan oleh polisi sehubungan dengan perkara perlindungan anak. Kemudian saat diberikan surat tembusan penahanan, di situ saya melihat yang menandatanganinya yaitu Kapolsek dalam hal selaku penyidik. Yang saya mau tanyakan apakah boleh seorang Kapolsek (selaku penyidik) yang tidak berpendidikan paling rendah strata satu (sarjana) hanya tamatan SMA boleh dibilang selaku penyidik karena dalam PP No. 58 Tahun 2010 dikatakan di situ syarat seorang penyidik harus berpangkat inspektur polisi satu dan berpendidikan paling rendah strata satu (sarjana). Serta apakah saya bisa melakukan praperadilan sehubungan dengan mekanisme penyidikan polisi tersebut?

Intisari Jawaban

Dari informasi yang Anda berikan, maka Kepala Sektor Kepolisian (Kapolsek)-lah yang bertindak sebagai penyidik. Walaupun ia tidak berpendidikan S-1, ia dapat menjadi pejabat penyidik jika situasinya sesuai pengecualian yang ditentukan Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2010 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 1983 tentang Pelaksanaan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana, yakni tidak adanya calon yang berpangkat paling rendah Inspektur Dua Polisi dan berpendidikan paling rendah sarjana strata satu atau yang setara.
Menurut hemat kami, Anda dapat mengajukan Praperadilan terhadap surat tembusan penahanan yang dikeluarkan oleh Kapolsek. Karena jika Anda memiliki keraguan terhadap suatu penahan tersebut dengan didasari Pasal 79 Undang-Undang Nomor 8 tahun 1981 tentang Hukum Acara Pidana, Anda sebagai keluarga dari tersangka, dapat mengajukan permintaan pemeriksaan terkait sah atau tidaknya suatu penahanan.
Penjelasan lebih lanjut dapat Anda simak dalam ulasan di bawah ini.

 

Lihat Ulasan Lengkap

Ingin Masalah Anda Segera Tuntas?

Percayakan masalah hukum Anda ke ahlinya. Hubungi konsultan hukum profesional, hanya Rp299.000,- per 30 menit.

Setiap artikel jawaban Klinik Hukum dapat Anda simak juga melalui twitter @klinikhukum, atau facebook Klinik Hukumonline.

Cari Jawaban
Rubrik ini disediakan bagi anda untuk mengajukan persoalan hukum yang anda hadapi. Rubrik ini diperuntukkan hanya kepada member hukumonline.com
Jika anda member Hukumonline,
silakan Login, atau Daftar ID anda.
Kirim Pertanyaan ke hukumonline.com
PENJAWAB : Dimas Hutomo, S.H.
MITRA : Bung Pokrol
Dimas Hutomo mendapatkan gelar sarjana hukum dari Universitas Airlangga pada 2014 dengan mengambil Peminatan Sistem Peradilan.
 
[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua