Hukumnya Scan-Edit Dokumen dan Menggandakannya

Bacaan 8 Menit
Hukumnya <i>Scan-Edit</i> Dokumen dan Menggandakannya
Pertanyaan

Bagaimana hukumnya scan-edit. Misal merubah/menambah/mengurangi isi bahan yang mau diedit. Misal edit kartu keluarga, slip gaji, STNK, SKCK, surat keterangan dokter, dll. Misalnya data tersebut di scan-edit terus di fotokopi. Fotokopi-nya ini digunakan untuk mengurus suatu keperluan. Bagaimana hukumnya? Terima kasih.

Intisari Jawaban
?
Merujuk pada penjelasan R. Soesilo dalam bukunya Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) Serta Komentar-Komentarnya Lengkap Pasal Demi Pasal, jika merubah/menambah/mengurangi suatu dokumen dilakukan dengan penggandaan bertujuan untuk membuat surat palsu, memalsu surat, memalsu tanda tangan, menempel foto orang lain dari pemegang yang berhak dikategorikan sebagai tindak pidana pemalsuan dokumen.
?
Jika Anda merasa perlu untuk merubah/menambah/mengurangi isi suatu dokumen, sebagai contoh adalah BPKB, terdapat mekanisme resmi yang sudah diatur sebagaimana dijelaskan dalam Layanan Buku Kepemilikan Kendaraan Bermotor (BPKB) dan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) yang kami akses dari laman Kepolisian RI, terdapat pelayanan untuk ralat BPKB dengan beberapa persyaratan yang harus dilengkapi, yaitu:
  1. BPKB yang akan diralat;
  2. Faktur pemilik;
  3. STNK asli;
  4. Surat Keterangan Ralat Dokumen dari yang berwenang.
?
Penjelasan lebih lanjut dapat Anda simak dalam ulasan di bawah ini.
?