Jumat, 23 November 2018

Lulusan Luar Negeri, Bisakah Menjadi Advokat di Indonesia?

Lulusan Luar Negeri, Bisakah Menjadi Advokat di Indonesia?

Pertanyaan

Saya mau tanya: Apakah seseorang yang sekolah Bachelor hukum di Belanda (misalnya di Leiden University, Belanda), setelah lulus, bisa mendaftar untuk menjadi pengacara di Indonesia? Kami tinggal di Jerman dan anak saya mau bekerja sebagai pengacara kelak di Indonesia. Tahun 2019 nanti anak saya akan lulus high school di Jerman. Rencananya mau melanjutkan studi hukum di Belanda. Kelak setelah lulus di Belanda, ada keinginan untuk bekerja di Indonesia sebagai pengacara. Mohon petunjuknya. Jika lulusan luar negeri (Belanda) tidak bisa menjadi pengacara di Indonesia, mohon petunjuknya. Terima kasih.

Intisari Jawaban

Kami asumsikan anak Anda adalah Warga Negara Indonesia (WNI) sehingga setelah lulus dari fakultas hukum pada perguruan tinggi di luar negeri, harus memenuhi persyaratan untuk diangkat menjadi advokat di Indonesia sebagaimana dijelaskan dalam Pasal 3 ayat (1) Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2003 tentang Advokat (UU Advokat).
Untuk dapat diangkat sebagai advokat, persyaratan lulusan fakultas hukum tidak terbatas hanya fakultas hukum pada perguruan tinggi yang ada di Indonesia. Lulusan dari fakultas hukum di luar negeri bisa menjadi advokat di Indonesia. Akan tetapi perlu diperhatikan persyaratan lainnya. Karena persyaratan dalam Pasal 3 ayat (1) UU Advokat sifatnya adalah kumulatif, artinya harus dipenuhi seluruhnya.
Penjelasan lebih lanjut dapat Anda simak dalam ulasan di bawah ini.

 

Lihat Ulasan Lengkap

Setiap artikel jawaban Klinik Hukum dapat Anda simak juga melalui twitter @klinikhukum, atau facebook Klinik Hukumonline.

Cari Jawaban
Rubrik Klinik Hukum disediakan khusus bagi member Hukumonline untuk mengajukan persoalan atau permasalahan hukum yang dihadapi.
Jika Anda sudah menjadi member Hukumonline, silakan Login, atau klik Daftar untuk bergabung.
Kirim Pertanyaan ke hukumonline.com
PENJAWAB : Dimas Hutomo, S.H.
MITRA : Si Pokrol
Dimas Hutomo mendapatkan gelar sarjana hukum dari Universitas Airlangga dengan mengambil Peminatan Sistem Peradilan.
 
[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua

×

Belajar Hukum secara online
dari pengajar berkompeten
dengan biaya terjangkau.

Mulai dari:
Rp149.000