Rabu, 21 November 2018

Apakah Gaji Tetap Dibayarkan Pada Masa One Month Notice?

Apakah Gaji Tetap Dibayarkan Pada Masa One Month Notice?

Pertanyaan

Saya sempat baca artikel Hukumonline dengan judul Cara Menghitung Uang Penggantian Hak Bagi Pekerja yang Mengundurkan Diri. Di situ dijelaskan cara perhitungan dan ketentuannya, pertanyaan saya, apakah pekerja berhak mendapatkan gaji penuh ketika mengikuti one month notice secara full? Dalam artian ketika one month notice pekerja melakukan segala tugas seperti biasa secara full dalam 1 bulan? atau pekerja hanya berhak menerima sesuai perhitungan yang dijelaskan dalam artikel terkait? Jika dalam perjanjian kontrak dan kententuan yang ada dalam kontrak kerja di awal tidak ada ketentuan mengenai aturan upah pada masa one month notice, apakah pekerja berhak untuk meminta gaji secara full? Terima kasih.

Intisari Jawaban

Pada hari terakhir pekerja yang bersangkutan bekerja (30 hari setelah pengajuan pengunduran diri atau yang dikenal dengan one month notice), berarti upah terakhirnya (upah per bulan berdasarkan perjanjian kerja) tetap harus dibayarkan. Selain itu, karena ia secara hukum telah mengajukan pemutusan hubungan kerja atas kemauannya sendiri, maka ia pun berhak atas uang penggantian hak, dan untuk yang tugas dan fungsinya tidak mewakili kepentingan pengusaha secara langsung, diberikan juga uang pisah.
Penjelasan lebih lanjut dapat Anda simak dalam ulasan di bawah ini.

 

Lihat Ulasan Lengkap

Setiap artikel jawaban Klinik Hukum dapat Anda simak juga melalui twitter @klinikhukum, atau facebook Klinik Hukumonline.

Cari Jawaban
Rubrik ini disediakan bagi anda untuk mengajukan persoalan hukum yang anda hadapi. Rubrik ini diperuntukkan hanya kepada member hukumonline.com
Jika anda member Hukumonline,
silakan Login, atau Daftar ID anda.
Kirim Pertanyaan ke hukumonline.com
PENJAWAB : Dimas Hutomo, S.H.
MITRA : Bung Pokrol
Dimas Hutomo mendapatkan gelar sarjana hukum dari Universitas Airlangga pada 2014 dengan mengambil Peminatan Sistem Peradilan.
 
[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua