Jumat, 12 Oktober 2018

Langkah Klien Melaporkan Pengacara yang Beritikad Buruk

Langkah Klien Melaporkan Pengacara yang Beritikad Buruk

Pertanyaan

Saya telah membayar lawyer untuk membela kasus cerai, hak asuh dan hak nafkah. Ada 3 anak kandung yang saya inginkan hak asuhnya, anak 1 usia 7 tahun, anak 2 usia 4 tahun dan anak ke 3 usia 2 tahun. Di persidangan Tergugat (mantan suami) menginginkan hak asuh anak pertama yang kondisinya Autis dengan usia 7 tahun. Sidang saya memang kebanyakan dihadiri pengacara dikarenakan memang saya kuasakan demikian. Namun setelah sidang pembuktian saksi, untuk sidang-sidang berikutnya saya ingin hadir namun pengacara selalu mengkondisikan agar saya tidak hadir bahkan sampai sidang putusan! Setelah putusan diterima, saya kaget karena saya hanya memenangkan dua anak (anak ke 2 dan ke 3). Lebih kaget lagi karena pertimbangan hakim menjatuhkan hak asuh ke Bapaknya dikarenakan kuasa hukum menyatakan sepakat untuk memberikan hak asuh anak ke pihak lawan (Bapaknya) di persidangan. Akhirnya saya putuskan kerjasama dengan kuasa hukum IH dan saya melakukan banding sendiri. Pada acara pemeriksaan berkas perkara persidangan, saya temukan memang Kuasa Hukum menjawab pertanyaan Hakim dengan menyatakan sepakat untuk menyerahkan anak ke 1 ke Bapaknya. Saya kecewa sekali, merasa dirugikan dan membuang banyak waktu karena dia melangkahi saya dengan membuat pernyataan yang bertentangan dengan tujuan saya di depan majelis hakim, tanpa sepengetahuan dan sepersetujuan saya. Selain melaporkan tindakan ini ke badan advokat tempat dia bernaung, apakah bisa saya laporkan ini ke polisi? Pasal apa yang bisa dikenakan? Saya telah kirim surat sanggahan ke dia dan tidak ada tanggapan sama sekali seolah angkat tangan dari perbuatan dia yang merugikan kepentingan saya selaku ibu anak dan berindikasi bekerjasama dengan pihak lawan dengan mengabaikan tujuan saya.

Intisari Jawaban

Tindakan pengacara Anda yang tidak beritikad baik tersebut dapat dikategorikan sebagai pelanggaran Kode Etik Advokat sebagaimana diatur dalam Pasal 4 huruf b Kode Etik Advokat Indonesia (KEAI), yang selengkapnya berbunyi:
Advokat tidak dibenarkan memberikan keterangan yang dapat menyesatkan klien mengenai perkara yang sedang diurusnya.
Atas pelanggaran KEAI tersebut dikaitkan dengan Pasal 16 Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2003 tentang Advokat, pengacara Anda tidak dapat dituntut secara pidana seperti yang Anda tanyakan. Namun sesuai dengan KEAI, Anda dapat melaporkannya kepada Dewan Pimpinan Perhimpunan Advokat Indonesia (DP PERADI) untuk diproses dalam sidang kode etik dan dapat dijatuhi sanksi berupa tindakan berupa:
  1. Peringatan biasa;
  2. Peringatan keras;
  3. Pemberhentian sementara untuk waktu tertentu;
  4. Pemecatan dari keanggotaan organisasi profesi.
Penjelasan lebih lanjut dapat Anda simak dalam ulasan di bawah ini.

 

Lihat Ulasan Lengkap

Setiap artikel jawaban Klinik Hukum dapat Anda simak juga melalui twitter @klinikhukum, atau facebook Klinik Hukumonline.

Cari Jawaban
Rubrik ini disediakan bagi anda untuk mengajukan persoalan hukum yang anda hadapi. Rubrik ini diperuntukkan hanya kepada member hukumonline.com
Jika anda member Hukumonline,
silakan Login, atau Daftar ID anda.
Kirim Pertanyaan ke hukumonline.com
 
[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua