Rabu, 17 April 2019

Bisakah Karyawan Dipidana karena Menjalani Perintah Atasan?

Bisakah Karyawan Dipidana karena Menjalani Perintah Atasan?

Pertanyaan

Saya seorang karyawan bagian IT di sebuah perusahaan karaoke. Dalam tugas pekerjaan saya terkadang diperintah atasan untuk mendistribusikan/meng-copykan lagu ke outlet. Setelah beberapa tahun saya bekerja, ada pengaduan bahwa perusahaan tempat saya bekerja telah melanggar UU Hak Cipta. Lagu yang selama ini didistribusikan ke outlet ternyata tidak memiliki izin yang resmi. Pada waktu yang sama, outlet tempat saya bekerja juga diadukan masalah perizinan dan diancam untuk ditutup permanen. Pertanyaan saya adalah, apakah saya bisa dituntut pidana? Sedangkan saya hanya menerima perintah dari atasan dan saya tidak tahu menahu masalah legalitas dari lagu yang di-copy. Yang kedua, apakah proses aduan/pengadilan tetap berlangsung meskipun outlet yang diadukan telah ditutup? Terima kasih.

Intisari Jawaban

Perbuatan menggandakan dan melakukan pendistribusian atas lagu secara tanpa hak dan/atau tanpa izin Pencipta atau pemegang Hak Cipta termasuk dalam perbuatan yang dapat dijerat dengan Pasal 113 ayat (3) Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan pidana penjara paling lama 4 (empat) tahun dan/atau pidana denda paling banyak Rp 1 miliar.
 
Jika tindak pidana dilakukan atas perintah atasan, maka orang yang diperintah dan memerintah dapat dipidana sebagai pelaku tindak pidana.
 
Penjelasan lebih lanjut dapat Anda klik ulasan di bawah ini.

 

Lihat Ulasan Lengkap

Setiap artikel jawaban Klinik Hukum dapat Anda simak juga melalui twitter @klinikhukum, atau facebook Klinik Hukumonline.

Cari Jawaban
Rubrik ini disediakan bagi anda untuk mengajukan persoalan hukum yang anda hadapi. Rubrik ini diperuntukkan hanya kepada member hukumonline.com
Jika anda member Hukumonline,
silakan Login, atau Daftar ID anda.
Kirim Pertanyaan ke hukumonline.com
MITRA : IPAS Institute
Konsultan Hak Kekayaan Intelektual pada Intellectual Property Advisory Services (IPAS) Institute
 
[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua