Jika Karyawan yang Sakit Tetap ‘Memaksa’ Bekerja

Bacaan 7 Menit
Jika Karyawan yang Sakit Tetap ‘Memaksa’ Bekerja
Pertanyaan

Saya adalah seorang HR Officer, kemarin saya dihubungi oleh salah satu karyawan di tempat saya bekerja yang saat ini sedang mengalami gangguan ginjal dengan Creatin 9,9. Yang bersangkutan menginginkan tetap bekerja karena secara fisik yang bersangkutan normal serta baik-baik saja, kemudian yang bersangkutan memiliki tanggung jawab pada beberapa leasing dan masih harus menyelesaikan beberapa tanggung jawab tersebut sampai selesai dalam beberapa tahun ini. Jika ia tidak bekerja penghasilan yang ia terima dalam keadaan sakit ini tidak mencukupi untuk biaya hidup dan kewajibannya. Oleh karena permintaan bekerja ini, dia juga bersedia membuat surat pernyataan yang menyatakan bahwa dia baik-baik saja dan tidak akan menuntut perusahaan. Bagaimana hukum atas permintaan karyawan ini, dan apa yang harus saya lakukan?

Intisari Jawaban
?
Pada dasarnya jika karyawan sakit, maka ia tidak diwajibkan untuk bekerja. Perusahaan justru diwajibkan membayar upah karyawan yang tidak masuk kerja karena sakit (berdasarkan surat keterangan dokter). Namun, apabila karyawan merasa baik-baik saja dan tetap ingin bekerja, maka tidak ada ketentuan yang melarangnya.
?
Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan tidak menjelaskan sakit apa yang dimaksud, apakah sakit dalam skala ringan atau skala kronis. Yang dimaksud pekerja/buruh sakit ialah sakit menurut keterangan dokter. Sebaiknya Anda memberitahukan kepada karyawan tersebut bahwa ia dapat beristirahat sampai sembuh dan ia tetap berhak secara penuh atas upahnya.
?
Penjelasan lebih lanjut dapat Anda simak dalam ulasan di bawah ini.
?