Kamis, 07 Pebruari 2019

Langkah Menghadapi Istri yang Cekcok dengan Ibu Mertua dan Menghina Suami

Langkah Menghadapi Istri yang Cekcok dengan Ibu Mertua dan Menghina Suami

Pertanyaan

Saya sudah 2 tahun menikah dengan istri saya, dalam perjalanannya sering terjadi cekcok antara saya dengan istri, begitu juga antara istri dan ibu saya, salah satunya istri melarang saya mengunjungi ibu kandung saya. Terakhir saya mengunjungi ibu saya, istri saya marah dengan mengirim saya pesan melalui messenger di media sosial. Salah satu isi pesannya adalah menyuruh saya berhubungan badan dengan ibu saya. Menurut saya sangatlah tidak pantas seorang istri mengirimkan kalimat seperti itu kepada suami. Apakah saya sebagai suami dapat mengambil langkah hukum atas kalimat yang disampaikan istri saya?

Intisari Jawaban

Dalam kasus ini, istri Anda dapat dikategorikan telah melakukan penghinaan ringan terhadap diri Anda, bukan ibu Anda sebagaimana diatur dalam Pasal 315 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana.
Kendati penghinaan tersebut dilakukan dalam bentuk informasi elektronik, tidak dapat diterapkan ketentuan pidana Pasal 27 ayat (3) jo. Pasal 45 ayat (3) Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dan perubahannya. Ketentuan pidana lain yang dapat diterapkan dalam perkara ini, yaitu tindak kekerasan psikis yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (UU PKDRT). Tetapi untuk dapat dipidana, perlu dilihat apakah terpenuhi unsur akibat dari kekerasan psikis dalam UU PKDRT.
Meski demikian, penyelesaian masalah Anda tetap harus berpijak pada cara kekeluargaan terlebih dahulu, dengan mempertimbangkan bahwa yang bersangkutan merupakan istri Anda. Penjelasan lebih lanjut dapat Anda simak dalam ulasan di bawah ini.

 

Lihat Ulasan Lengkap

Ingin Masalah Anda Segera Tuntas?

Percayakan masalah hukum Anda ke ahlinya. Hubungi konsultan hukum profesional, hanya Rp299.000,- per 30 menit.

Setiap artikel jawaban Klinik Hukum dapat Anda simak juga melalui twitter @klinikhukum, atau facebook Klinik Hukumonline.

Cari Jawaban
Rubrik ini disediakan bagi anda untuk mengajukan persoalan hukum yang anda hadapi. Rubrik ini diperuntukkan hanya kepada member hukumonline.com
Jika anda member Hukumonline,
silakan Login, atau Daftar ID anda.
Kirim Pertanyaan ke hukumonline.com
 
[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua