Jumat, 08 Pebruari 2019

Dapatkah Gugatan Rekonvensi Diajukan Saat Duplik?

Dapatkah Gugatan Rekonvensi Diajukan Saat Duplik?

Pertanyaan

Saya menghadapi kasus dan saya menggugat balik dalam gugatan rekonvensi saya dalam duplik bukan pada saat eksepsi. Apakah memang benar tergugat tidak dapat menggugat balik (gugat rekonvensi dalam duplik) yang dianggap terlambat?

Intisari Jawaban

Gugatan rekonvensi harus diajukan bersamaan dengan jawaban sebagaimana diatur dalam Pasal 132b ayat (1) Herzien Inlandsch Reglement.
Namun terdapat dua pandangan yang berbeda terkait dengan pemahaman jawaban secara sempit dan pemahaman jawaban secara luas. Kedua pemahaman tersebut masing-masing didukung pula oleh yurisprudensi Mahkamah Agung. Pandangan pertama memandang makna jawaban sebagai jawaban pertama, sehingga gugatan rekonvensi harus diajukan bersamaan dengan jawaban. Sedangkan pandangan kedua memandang makna jawaban sebagai jawaban pertama maupun jawaban terhadap replik, sehingga gugatan rekonvensi tidak mutlak diajukan pada jawaban pertama, tetapi dimungkinkan pada pengajuan duplik.
Meskipun demikian, yurisprudensi tidaklah mengikat para hakim segingga majelis hakim yang memeriksa dan mengadili perkara Anda tetap merdeka untuk memutus sesuai dengan keyakinannya untuk menerima gugatan rekonvensi dalam duplik atau tidak. Hanya saja dalam praktik pada umumnya, gugatan rekonvensi diajukan bersamaan dengan jawaban, bukan bersamaan dengan duplik.
Penjelasan lebih lanjut dapat Anda simak dalam ulasan di bawah ini.

 

Lihat Ulasan Lengkap

Ingin Masalah Anda Segera Tuntas?

Percayakan masalah hukum Anda ke ahlinya. Hubungi konsultan hukum profesional, hanya Rp299.000,- per 30 menit.

Setiap artikel jawaban Klinik Hukum dapat Anda simak juga melalui twitter @klinikhukum, atau facebook Klinik Hukumonline.

Cari Jawaban
Rubrik ini disediakan bagi anda untuk mengajukan persoalan hukum yang anda hadapi. Rubrik ini diperuntukkan hanya kepada member hukumonline.com
Jika anda member Hukumonline,
silakan Login, atau Daftar ID anda.
Kirim Pertanyaan ke hukumonline.com
 
[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua