Kamis, 31 January 2019

Perlindungan Data Pribadi dalam Penyelenggaraan Fintech

Perlindungan Data Pribadi dalam Penyelenggaraan Fintech

Pertanyaan

Sejauh mana pencegahan penyalahgunaan data pribadi yang dilakukan penyelenggara fintech perihal terjadi penyalahgunaan data pribadi untuk meminjam uang? (Contoh menggunakan data orang lain untuk meminjam uang di fintech). Adakah upaya yang bisa dilakukan jika penyelenggara fintech menyalahgunakan data pribadi tanpa izin?

Intisari Jawaban

Penggunaan data pribadi dalam fintech (financial technology) diperlukan untuk melakukan perjanjian pinjaman antara peminjam dengan pemberi pinjaman, dan antara penyelenggara dengan pemberi pinjaman. Data pribadi yang dimaksud adalah terkait identitas para pihak. Tentunya tidak boleh serta merta data itu diterima. Perlu ada verifikasi terlebih dahulu terhadap pihak yang bersangkutan. Verifikasi ini ditujukan untuk mencegah penyalahgunaan data pribadi.
Apabila penyelenggara fintech tidak melakukan kewajibannya dengan tidak melakukan verifikasi terhadap data pribadi sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan, maka seseorang yang dirugikan atas perbuatan itu dapat mengajukan gugatan Perbuatan Melawan Hukum (PMH) ke penyelenggara fintech dan orang yang menyalahgunakan data tersebut dapat dikenakan sanksi.
Penjelasan lebih lanjut dapat Anda simak dalam ulasan di bawah ini.

 

Lihat Ulasan Lengkap

Setiap artikel jawaban Klinik Hukum dapat Anda simak juga melalui twitter @klinikhukum, atau facebook Klinik Hukumonline.

Cari Jawaban
Rubrik ini disediakan bagi anda untuk mengajukan persoalan hukum yang anda hadapi. Rubrik ini diperuntukkan hanya kepada member hukumonline.com
Jika anda member Hukumonline,
silakan Login, atau Daftar ID anda.
Kirim Pertanyaan ke hukumonline.com
PENJAWAB : Dimas Hutomo, S.H.
MITRA : Si Pokrol
Dimas Hutomo mendapatkan gelar sarjana hukum dari Universitas Airlangga dengan mengambil Peminatan Sistem Peradilan.
 
[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua