Kamis, 21 Pebruari 2019

Alih Status PMDN Menjadi PMA karena Pembelian Saham oleh WNA

Alih Status PMDN Menjadi PMA karena Pembelian Saham oleh WNA

Pertanyaan

Apakah boleh seorang asing membeli saham perusahaan yang statusnya perusahaan penanaman modal dalam negeri tanpa berubahnya status perusahaan menjadi penanaman modal asing? Kalau boleh, syarat untuk menjadi pemegang saham perusahaan PMDN tersebut apa?

Intisari Jawaban

Tidak boleh. Pembelian saham perusahaan penanaman modal dalam negeri (PMDN) oleh perseorangan warga negara asing akan mengakibatkan perubahan status perusahaan menjadi penanaman modal asing (PMA) dan munculnya kewajiban pelaporan atas perubahan status atau jenis kegiatan penanaman modal tersebut.
Lebih lanjut, dengan beralihnya status perusahaan menjadi PMA, maka perlu diperhatikan batasan kepemilikan asing sesuai bidang usaha perusahaan tersebut sebagaimana dimaksud dalam Peraturan Presiden Nomor 44 tahun 2016 tentang Daftar Bidang Usaha yang Tertutup dan Bidang Usaha yang Terbuka dengan Persyaratan di Bidang Penanaman Modal.
Lalu, adakah aturan tentang persyaratan untuk menjadi pemegang saham? Penjelasan lebih lanjut dapat Anda simak dalam ulasan di bawah ini.

 

Lihat Ulasan Lengkap

Ingin Masalah Anda Segera Tuntas?

Percayakan masalah hukum Anda ke ahlinya. Hubungi konsultan hukum profesional, hanya Rp299.000,- per 30 menit.

Setiap artikel jawaban Klinik Hukum dapat Anda simak juga melalui twitter @klinikhukum, atau facebook Klinik Hukumonline.

Cari Jawaban
Rubrik ini disediakan bagi anda untuk mengajukan persoalan hukum yang anda hadapi. Rubrik ini diperuntukkan hanya kepada member hukumonline.com
Jika anda member Hukumonline,
silakan Login, atau Daftar ID anda.
Kirim Pertanyaan ke hukumonline.com
PENJAWAB : Vania Natalie, S.H.
MITRA : Bung Pokrol
Vania Natalie mendapatkan gelar sarjana hukum dari Universitas Diponegoro dan bergabung dengan divisi Hukumonline english sebagai Legal Analyst.
 
[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua