Senin, 25 March 2019

Bolehkah Menggunakan Kata ‘Sirloin’ dalam Pendaftaran Merek?

Bolehkah Menggunakan Kata ‘Sirloin’ dalam Pendaftaran Merek?

Pertanyaan

Saya rencana mau kasih nama produk makanan saya dangan menggunakan kata “Sirloin”. Tetapi sebenarnya saya tidak menggunakan daging sirloinnya, tetapi menggunakan daging sapi lainnya. Karena di pasar/masyarakat sudah dikenal nama sirloin dengan sifat daging yang lembut dan berlemak, di mana sering orang konsumsi daging sirloin di mana sebenarnya bukan asli sirloin. Saya mau manfaatkan persepsi pasar ini dengan menggunakan nama sirloin tersebut tetapi saya dapat info bahwa jika tidak menggunakan bahan baku asli tersebut, tidak boleh digunakan dalam merek makannya.

Intisari Jawaban

Nama produk (merek) Anda yang menggunakan kata Sirloin masuk kategori merek yang tidak dapat didaftarkan menurut Pasal 20 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2016 tentang Merek dan Indikasi Geografis apabila maksud penggunaan kata Sirloin itu agar orang mengira bahwa daging yang Anda gunakan adalah daging rendah lemak, padahal daging yang Anda gunakan bukanlah daging sapi dengan potongan sirloin. Hal tersebut dapat dikategorikan sebagai merek tidak dapat didaftarkan karena yang memuat keterangan yang tidak sesuai dengan kualitas barang yang diproduksi.
Penjelasan lebih lanjut dapat Anda simak dalam ulasan di bawah ini.

 

Lihat Ulasan Lengkap

Setiap artikel jawaban Klinik Hukum dapat Anda simak juga melalui twitter @klinikhukum, atau facebook Klinik Hukumonline.

Cari Jawaban
Rubrik ini disediakan bagi anda untuk mengajukan persoalan hukum yang anda hadapi. Rubrik ini diperuntukkan hanya kepada member hukumonline.com
Jika anda member Hukumonline,
silakan Login, atau Daftar ID anda.
Kirim Pertanyaan ke hukumonline.com
MITRA : Bung Pokrol
Abi Jam'an Kurnia mendapatkan gelar sarjana hukum dari Universitas Indonesia pada 2017 dengan mengambil Program Kekhususan IV (Hukum tentang Kegiatan Ekonomi). 
 
[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua