Selasa, 26 Maret 2019

Mengajukan PHK karena Melakukan Pekerjaan di Luar yang Diperjanjikan

Mengajukan PHK karena Melakukan Pekerjaan di Luar yang Diperjanjikan

Pertanyaan

Saya bekerja di suatu perusahaan, sebut saja nama perusahaannya PT A dengan SK yang dikeluarkan oleh PT A tersebut. Tapi dalam pelaksanaan pekerjaan sehari-hari, atasan saya juga memerintahkan saya untuk melakukan pekerjaan di perusahaan lain, sebut saja PT B, yang mana pemegang saham PT A dan PT B adalah orang yang sama, sedangkan saya tidak pernah mendapat SK ataupun gaji dari PT B. Pertanyaan saya: 1. Apakah saya bisa mengajukan permohonan Pemutusan Hubungan Kerja dengan PT A dengan alasan “Pasal 169 ayat (1) huruf b dan e Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan”? 2. Apakah ada dasar saya untuk menuntut pesangon juga dari PT B? 3. Apakah saya berhak menuntut gaji dari PT B selama saya dipekerjakan di PT B, sedangkan saya hanya mengisi absensi kehadiran di PT A dan tidak pernah mengisi absensi kehadiran di PT B? Demikian pertanyaan saya, atas jawabannya sebelumnya saya ucapkan terima kasih.  

Intisari Jawaban

Status Anda di PT A berdasarkan surat pengangkatan (SK) berarti Perjanjian Kerja Waktu Tidak Tertentu (PKWTT) meski dibuat secara lisan. Ini berarti, ada hubungan kerja antara Anda dengan PT A.
Kami asumsikan memang tidak ada kesepakatan bahwa Anda harus melakukan pekerjaan di PT B pada perjanjian kerja dengan PT A. Dengan begitu, Anda tidak memiliki hubungan kerja dengan PT B. Anda dapat mengajukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) ke Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) dengan alasan pengusaha (PT A) memerintahkan pekerja/buruh untuk melaksanakan pekerjaan di luar yang diperjanjikan.
Hak-hak apa saja yang Anda dapatkan? Penjelasan lebih lanjut dapat Anda simak dalam ulasan di bawah ini.

 

Lihat Ulasan Lengkap

Setiap artikel jawaban Klinik Hukum dapat Anda simak juga melalui twitter @klinikhukum, atau facebook Klinik Hukumonline.

Cari Jawaban
Rubrik ini disediakan bagi anda untuk mengajukan persoalan hukum yang anda hadapi. Rubrik ini diperuntukkan hanya kepada member hukumonline.com
Jika anda member Hukumonline,
silakan Login, atau Daftar ID anda.
Kirim Pertanyaan ke hukumonline.com
PENJAWAB : Dimas Hutomo, S.H.
MITRA : Bung Pokrol
Dimas Hutomo mendapatkan gelar sarjana hukum dari Universitas Airlangga pada 2014 dengan mengambil Peminatan Sistem Peradilan.
 
[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua