Penyelesaian Kasus Anggota Densus 88 yang Menghamili Perempuan

Bacaan 6 Menit
Penyelesaian Kasus Anggota Densus 88 yang Menghamili Perempuan
Pertanyaan

Bagaimana jika Pegawai Densus 88 melakukan pelanggaran kode etik, yaitu menghamili seorang perempuan dan tidak mau bertanggung jawab? Bagaimana caranya untuk menyelesaikan kasusnya?

Intisari Jawaban
Tindakan anggota Detasemen Khusus 88 Anti Teror (“Densus 88 AT”) yang menghamili seorang perempuan dan tidak mau bertanggung jawab dapat dikategorikan sebagai pelanggaran Kode Etik Profesi Polri berdasarkan Peraturan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2011 tentang Kode Etik Profesi Kepolisian Negara Republik Indonesia.
 
Langkah hukum yang dapat dilakukan adalah mengajukan laporan kepada Divisi Profesi dan Pengamanan (“Divpropam”) Polri disertai bukti-bukti pendukung yang cukup. Kemudian berdasarkan laporan tersebut Komisi Kode Etik Polri (“KKEP”) akan melakukan Sidang KKEP terhadap anggota Densus 88 AT tersebut. Bagaimana jika terbukti? Apa sanksinya?  
 
Penjelasan lebih lanjut dapat Anda klik ulasan di bawah ini.