Rabu, 17 Juli 2019

Aturan Cuti Sekretaris Direktur

Aturan Cuti Sekretaris Direktur

Pertanyaan

Apakah seorang Sekretaris Direktur juga berhak mendapatkan hak jatah cuti yang sama persis dengan karyawan lain? Mengingat bahwa tidak ada pihak dari divisi lain yang dapat menggantikan saya selama saya cuti. Jika saya izin cuti selama lebih dari 3 hari dan mengingat bahwa posisi saya merupakan jembatan penghubung dari semua pihak yang hendak berhubungan dengan para direksi? Kapan waktu yang ideal untuk mengajukan kepada atasan saya untuk mengajukan izin cuti?

Intisari Jawaban

Pada dasarnya sekretaris adalah pekerja yang berhak atas cuti. Perusahaan dalam hal ini diwakili oleh direktur, wajib memberikan hak cuti kepada seluruh pekerja, tidak terkecuali sekretarisnya.
 
Agar menjadi baku, waktu ideal untuk mengajukan cuti sebaiknya diatur saja secara rinci pada peraturan direksi atau perjanjian kerja, peraturan perusahaan atau perjanjian kerja bersama atau sesuai dengan kebutuhan perusahaan.
 
Namun saran kami, waktu yang ideal adalah minimal 30 (tiga puluh) hari dengan pertimbangan waktu tersebut adalah waktu yang ideal untuk mencari pengganti dan mengajari pengganti sekretaris pada saat Anda cuti.
 
Penjelasan selengkapnya silakan klik ulasan di bawah ini.

 

Lihat Ulasan Lengkap

Ingin Masalah Anda Segera Tuntas?

Hubungi konsultan hukum profesional dengan biaya terjangkau, pilih durasi dan biaya konsultasi sesuai kebutuhan Anda di sini.

Setiap artikel jawaban Klinik Hukum dapat Anda simak juga melalui twitter @klinikhukum, atau facebook Klinik Hukumonline.

Cari Jawaban
Rubrik ini disediakan bagi anda untuk mengajukan persoalan hukum yang anda hadapi. Rubrik ini diperuntukkan hanya kepada member hukumonline.com
Jika anda member Hukumonline,
silakan Login, atau Daftar ID anda.
Kirim Pertanyaan ke hukumonline.com
 
[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua