Jumat, 21 June 2019

Jerat Pidana Adik yang Memukul Anak Kakaknya

Jerat Pidana Adik yang Memukul Anak Kakaknya

Pertanyaan

Saya duda, punya adik kandung perempuan yang masih tinggal sama saya (satu KK). Kami tinggal serumah karena belum mengurus warisan ayah saya untuk berdua. Waktu saya pulang kantor adik perempuan saya mukul anak saya yang masih SD kelas 6. Anak saya bilang sudah sering dipukuli sampe menangis karna sakit merah/memar, akibatnya hingga dia takut untuk melakukan apa-apa dan trauma. Saya tanya ke teman yg orang hukum kalo itu bisa dipenjara karna sudah melakukan KDRT, apa bisa? Lalu berarti adik saya bisa dipenjara? Kalo tiba-tiba saya cabut laporannya trus dia bisa tidak jadi dipidana? Lalu bisakah kalau saya minta hakim agar adik saya tidak boleh ke rumah lagi agar tidak bertemu dan menyiksa anak saya?  

Intisari Jawaban

Bahwa benar perbuatan yang dilakukan oleh adik kandung perempuan Anda dikatakan sebagai perbuatan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), karena adik kandung Anda termasuk dalam lingkup rumah tangga.
 
Karena tindakan pemukulan yang membuat memar dan trauma termasuk tindakan pidana KDRT maka adik Anda tentu dapat dipidana berdasarkan Pasal 44 ayat (1) dan Pasal 45 ayat (1) Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan dalam Rumah Tangga serta Pasal 76C jo. Pasal 80 Undang-Undang Nomor 35 tahun 2014 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dan Anda tidak dapat mencabut laporannya karena tindakan tersebut bukan delik aduan.
 
Jika dilaporkan dan diproses pidana, dapatkah meminta hakim untuk menjauhkan pelaku dari korban? Penjelasan lebih lanjut dapat Anda klik ulasan di bawah ini.

 

Lihat Ulasan Lengkap

Ingin Masalah Anda Segera Tuntas?

Hubungi konsultan hukum profesional dengan biaya terjangkau, pilih durasi dan biaya konsultasi sesuai kebutuhan Anda di sini.

Setiap artikel jawaban Klinik Hukum dapat Anda simak juga melalui twitter @klinikhukum, atau facebook Klinik Hukumonline.

Cari Jawaban
Rubrik ini disediakan bagi anda untuk mengajukan persoalan hukum yang anda hadapi. Rubrik ini diperuntukkan hanya kepada member hukumonline.com
Jika anda member Hukumonline,
silakan Login, atau Daftar ID anda.
Kirim Pertanyaan ke hukumonline.com
PENJAWAB : Dimas Hutomo, S.H.
MITRA : Bung Pokrol
Dimas Hutomo mendapatkan gelar sarjana hukum dari Universitas Airlangga pada 2014 dengan mengambil Peminatan Sistem Peradilan.
 
[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua