Jerat Pidana untuk Advokat Gadungan

Bacaan 5 Menit
Jerat Pidana untuk Advokat Gadungan
Pertanyaan
Bagaimana jika ada orang yang pura-pura jadi advokat, punya kartu keanggotaan PERADI palsu, dan telah menerima uang dari orang yang telah menjadi kliennya karena sudah berkonsultasi. Bukannya itu memalsu dan menipu ya seperti unsur di KUHP? Di Undang-Undang Advokat juga ada sanksi untuk advokat palsu. Mana yang dipakai?
Intisari Jawaban
Meskipun Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2003 tentang Advokat (“UU 18/2003”) sifatnya khusus, ketentuan Pasal 31 UU 18/2003 telah dicabut oleh Putusan Mahkamah Konstitusi Perkara Nomor 006/PUU-II/2004 Tahun 2004 tentang Pengujian Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2003 Tentang Advokat sehingga pasal tersebut bertentangan dengan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dan tidak mempunyai kekuatan hukum mengikat.
 
Untuk menjerat orang yang bertindak seolah-olah sebagai advokat, sanksi yang digunakan dapat mengacu ke Kitab Undang Undang Hukum Pidana tentang tindak pidana pemalsuan surat atau tindak pidana penipuan.
 
Penjelasan lebih lanjut dapat Anda klik ulasan di bawah ini.