Kamis, 19 September 2019

Kejahatan Narkotika oleh Anak WNA, Dideportasi atau Dipidana?

Kejahatan Narkotika oleh Anak WNA, Dideportasi atau Dipidana?

Pertanyaan

Bagaimana hukum Indonesia menindak seorang anak warga negara asing (WNA) yang kedapatan melakukan kejahatan penyebaran narkotika? Akankah ia dideportasi atau tetap dilakukan penahanan dan dipidana di Indonesia?

Intisari Jawaban

Berdasarkan asas teritorial, anak warga negara asing (“WNA”) yang melakukan penyebaran (jual-beli) narkotika di wilayah Indonesia berdasarkan asas teritorial diancam pidana sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Adapun pidana penjara yang dapat dikenakan terhadapnya adalah 1/2 (satu perdua) dari maksimum ancaman pidana bagi orang dewasa. Apabila diancam dengan pidana mati atau pidana penjara seumur hidup, maka pidana yang dijatuhkan terhadap anak adalah pidana penjara paling lama 10 tahun. Setelah anak keturunan WNA tersebut menjalani masa pidananya, maka ia akan dikenakan tindakan administratif keimigrasian berupa deportasi dan tidak diperbolehkan masuk kembali ke wilayah Indonesia.
 
Penjelasan selengkapnya dapat Anda klik ulasan di bawah ini.

 

Lihat Ulasan Lengkap

Setiap artikel jawaban Klinik Hukum dapat Anda simak juga melalui twitter @klinikhukum, atau facebook Klinik Hukumonline.

Cari Jawaban
Rubrik ini disediakan bagi anda untuk mengajukan persoalan hukum yang anda hadapi. Rubrik ini diperuntukkan hanya kepada member hukumonline.com
Jika anda member Hukumonline,
silakan Login, atau Daftar ID anda.
Kirim Pertanyaan ke hukumonline.com
 
[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua