Jumat, 15 November 2019

Apakah Istri Kedua Berhak atas Warisan dari Istri Pertama?

Apakah Istri Kedua Berhak atas Warisan dari Istri Pertama?

Pertanyaan

Ayah saya akan menikah lagi setelah istri pertamanya (ibu saya) meninggal dan mendapatkan warisan harta. Dikarenakan ibu saya meninggal tanpa membuat surat warisan, maka warisan itu 100% jatuh ke tangan ayah saya. Bulan ini beliau menikah lagi dengan wanita teman sekolahnya yang sudah dikenal sejak lama. Jika suatu hari ayah meninggal, apakah warisan yang sudah dipindahtangankan semua kepada ayah saya, juga akan menjadi milik istri keduanya? Jika istri kedua ayah saya memiliki utang sebelum menikah dengan ayah saya, apakah ayah saya juga mempunyai tanggung jawab untuk menanggung utang bersama jika istri kedua tidak mampu membayar? Pernikahan ayah dan istri kedua akan dilakukan di catatan sipil.

Intisari Jawaban

Warisan dari istri pertama yang sudah dipindahtangankan kepada suami menjadi harta bawaan dari suami yang terpisah dari harta bersama, artinya di bawah penguasaan suami, kecuali terdapat perjanjian perkawinan yang menyatakan sebaliknya. Dengan perjanjian perkawinan, baik harta maupun utang dari pasangan dapat menjadi tanggungan bersama. Bila suami meninggal tanpa membuat surat warisan, maka harta tersebut dapat masuk ke dalam harta warisan yang akan dibagikan kepada para ahli waris, termasuk istri kedua sesuai dengan bagiannya masing-masing.
 
Penjelasan lebih lanjut dapat Anda klik ulasan di bawah ini.

 

Lihat Ulasan Lengkap

Setiap artikel jawaban Klinik Hukum dapat Anda simak juga melalui twitter @klinikhukum, atau facebook Klinik Hukumonline.

Cari Jawaban
Rubrik ini disediakan bagi anda untuk mengajukan persoalan hukum yang anda hadapi. Rubrik ini diperuntukkan hanya kepada member hukumonline.com
Jika anda member Hukumonline,
silakan Login, atau Daftar ID anda.
Kirim Pertanyaan ke hukumonline.com
 
[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua