Hukumnya WNA yang Resign Karena Tidak Diupah

Bacaan 9 Menit
Hukumnya WNA yang <i>Resign</i> Karena Tidak Diupah
Pertanyaan
Seorang WNA bekerja pada suatu perusahaan dengan jangka waktu yang akan berakhir pada bulan Oktober 2020. Selama dirinya bekerja pada perusahaan tersebut, upah/gaji maupun tunjangan lainnya selalu dibayar terlambat. Puncaknya, WNA tersebut belum dibayar upahnya sebanyak tiga bulan. Karena hal tersebut, WNA tersebut mengundurkan diri efektif pada bulan September 2020. Pertanyaan saya, bagaimana hukumnya jika WNA tersebut memutuskan hubungan kerja sebelum jangka waktu PKWT berakhir? Saya pahami bahwa menurut Pasal 62 UU Ketenagakerjaan, pihak yang memutus hubungan kerja harus membayar ganti rugi. Namun pada kondisi seperti ini, perusahaan juga tidak kunjung membayarkan upah/gaji tepat waktu. WNA tersebut memilih resign demi mencari kesempatan karir yang baru di tempat lain. Terima kasih.
Intisari Jawaban
Hak atas upah timbul pada saat terjadi hubungan kerja antara pekerja/buruh dengan pengusaha dan berakhir pada saat putusnya hubungan kerja. Pengusaha pada dasarnya wajib membayar upah pada waktu yang telah diperjanjikan.
 
Apabila salah satu pihak mengakhiri hubungan kerja sebelum berakhirnya jangka waktu yang ditetapkan dalam perjanjian, pihak yang mengakhiri hubungan kerja memang diwajibkan membayar ganti rugi kepada pihak lainnya sebesar upah pekerja/buruh sampai batas waktu berakhirnya jangka waktu perjanjian kerja. Namun demikian, Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan telah mengatur secara khusus skema pemutusan hubungan kerja karena upah yang tidak dibayar.
 
Penjelasan lebih lanjut dapat Anda klik ulasan di bawah ini.