Jumat, 25 Oktober 2019

Hukumnya WNA yang Resign Karena Tidak Diupah

Hukumnya WNA yang Resign Karena Tidak Diupah

Pertanyaan

Seorang WNA bekerja pada suatu perusahaan dengan jangka waktu yang akan berakhir pada bulan Oktober 2020. Selama dirinya bekerja pada perusahaan tersebut, upah/gaji maupun tunjangan lainnya selalu dibayar terlambat. Puncaknya, WNA tersebut belum dibayar upahnya sebanyak tiga bulan. Karena hal tersebut, WNA tersebut mengundurkan diri efektif pada bulan September 2020. Pertanyaan saya, bagaimana hukumnya jika WNA tersebut memutuskan hubungan kerja sebelum jangka waktu PKWT berakhir? Saya pahami bahwa menurut Pasal 62 UU Ketenagakerjaan, pihak yang memutus hubungan kerja harus membayar ganti rugi. Namun pada kondisi seperti ini, perusahaan juga tidak kunjung membayarkan upah/gaji tepat waktu. WNA tersebut memilih resign demi mencari kesempatan karir yang baru di tempat lain. Terima kasih.

Intisari Jawaban

Hak atas upah timbul pada saat terjadi hubungan kerja antara pekerja/buruh dengan pengusaha dan berakhir pada saat putusnya hubungan kerja. Pengusaha pada dasarnya wajib membayar upah pada waktu yang telah diperjanjikan.
 
Apabila salah satu pihak mengakhiri hubungan kerja sebelum berakhirnya jangka waktu yang ditetapkan dalam perjanjian, pihak yang mengakhiri hubungan kerja memang diwajibkan membayar ganti rugi kepada pihak lainnya sebesar upah pekerja/buruh sampai batas waktu berakhirnya jangka waktu perjanjian kerja. Namun demikian, Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan telah mengatur secara khusus skema pemutusan hubungan kerja karena upah yang tidak dibayar.
 
Penjelasan lebih lanjut dapat Anda klik ulasan di bawah ini.

 

Lihat Ulasan Lengkap

Setiap artikel jawaban Klinik Hukum dapat Anda simak juga melalui twitter @klinikhukum, atau facebook Klinik Hukumonline.

Cari Jawaban
Rubrik ini disediakan bagi anda untuk mengajukan persoalan hukum yang anda hadapi. Rubrik ini diperuntukkan hanya kepada member hukumonline.com
Jika anda member Hukumonline,
silakan Login, atau Daftar ID anda.
Kirim Pertanyaan ke hukumonline.com
 
[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua