Jumat, 01 November 2019

Kedudukan Ahli Waris Karyawan dalam Perselisihan Hubungan Industrial

Kedudukan Ahli Waris Karyawan dalam Perselisihan Hubungan Industrial

Pertanyaan

Terjadi kasus di mana perusahaan tidak memberikan "hak ahli waris" dari pekerja sesuai Pasal 166 UU 13/2003. Padahal pekerja wafat karena sakit dan masih berstatus sebagai karyawan perusahaan. Setelah saya pelajari ketentuan-ketentuan UU 2/2004, tidak saya temukan definisi subjek hukum ahli waris di dalamnya. Jadi, apakah ahli waris memiliki legitimatie in yudicio mengajukan gugatan ke PHI (diawali menempuh jalur bipartit dan tripartit), atau harus mengajukan upaya hukum melalui gugatan perdata PMH/Wanprestasi di peradilan umum?

Intisari Jawaban

Dalam hal seorang pekerja meninggal dunia, maka hak-hak yang sepatutnya diterima oleh pekerja harus diberikan oleh pengusaha kepada ahli waris pekerja. Apabila terdapat perselisihan hubungan industrial, ahli waris pekerja dapat mengajukan gugatan ke pengadilan hubungan industrial, berdasarkan ketentuan Pasal 834 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata.
 
Penjelasan selengkapnya dapat diakses pada link di bawah ini.

 

Lihat Ulasan Lengkap

Setiap artikel jawaban Klinik Hukum dapat Anda simak juga melalui twitter @klinikhukum, atau facebook Klinik Hukumonline.

Cari Jawaban
Rubrik ini disediakan bagi anda untuk mengajukan persoalan hukum yang anda hadapi. Rubrik ini diperuntukkan hanya kepada member hukumonline.com
Jika anda member Hukumonline,
silakan Login, atau Daftar ID anda.
Kirim Pertanyaan ke hukumonline.com
 
[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua