Langkah Hukum atas Penggelapan Cicilan oleh Karyawan Finance

Bacaan 5 Menit
Langkah Hukum atas Penggelapan Cicilan oleh Karyawan <i>Finance</i>
Pertanyaan

Saya meminjam uang dengan jaminan BPKB motor di salah satu finance. Dari awal survei sampai pencairan dibantu oleh salah satu karyawan finance tersebut. Saya dari awal tidak diberikan nomor kontrak kredit. Sampai sekarang sudah masuk cicilan kedelapan saya membayar lewat karyawan tersebut. Saya percaya karena karyawan itu yang menawarkan mengambil cicilan dan karena memang status dia adalah karyawan tetap dari finance tersebut. Tapi sekarang karyawan itu kabur, dan ternyata uang cicilan saya tidak dibayarkan selama empat bulan. Sementara pihak finance tidak mau bertanggung jawab dan malah mengancam saya untuk membayar cicilan yang belum masuk, jika tidak ingin motor saya diambil. Adakah jalur hukum yang bisa saya tempuh? Haruskan saya yang bertanggung jawab? Sementara orang itu sampai sekarang masih berstatus karyawan di finance tersebut? Mohon pencerahannya.

Intisari Jawaban
Karyawan finance yang membawa lari uang cicilan pelanggannya dapat dapat diancam dengan Pasal 372 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (“KUHP”) atau Pasal 374 KUHP tentang tindak pidana penggelapan. Korban dapat melaporkan tindakan penggelapan ini kepada kepolisian, khususnya melalui Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT).
 
Penjelasan lebih lanjut dapat disimak pada ulasan di bawah ini.