Kamis, 21 November 2019

Hukumnya Penjual yang Menipu Konsumen dengan Bundling

Hukumnya Penjual yang Menipu Konsumen dengan Bundling

Pertanyaan

Saya merasa tertipu oleh suatu toko, saya diming-imingi mendapat suatu hadiah, lalu dihadapkan pada 3 pilihan hadiah pokok dengan pembayaran paling tinggi 40% dari harga asli. Ternyata di amplop tersebut saya harus membayar seharga Rp800ribu dari harga asli Rp2juta, namun saya mendapat 2 barang gratis lainnya yang kira-kira seharga Rp300ribu. Setelah saya membayarnya, saya mencoba mencari harga barang tersebut secara online, ternyata aslinya hanya sekitar Rp80ribu. Apakah saya bisa mengajukan gugatan apabila saya sudah menandatangani perjanjian?

Intisari Jawaban

Pelaku usaha yang menipu pembelinya untuk membeli barang, dapat pula dipidana atas tindak pidana penipuan sebagaimana diatur dalam Pasal 378 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana. Terhadap perjanjian yang didasarkan atas penipuan, dapat dilakukan pembatalan perjanjian sebagaimana diatur dalam Kitab Undang-Undang Hukum Perdata. Penipuan merupakan suatu alasan untuk membatalkan suatu perjanjian.
 
Anda selaku konsumen juga dapat menggugat pelaku usaha jika memang informasi barang dan/atau harga sejak awal sengaja disesatkan. Bagaimana ketentuan selengkapnya?
 
Penjelasan lebih lanjut dapat Anda klik ulasan di bawah ini.

 

Lihat Ulasan Lengkap

Setiap artikel jawaban Klinik Hukum dapat Anda simak juga melalui twitter @klinikhukum, atau facebook Klinik Hukumonline.

Cari Jawaban
Rubrik ini disediakan bagi anda untuk mengajukan persoalan hukum yang anda hadapi. Rubrik ini diperuntukkan hanya kepada member hukumonline.com
Jika anda member Hukumonline,
silakan Login, atau Daftar ID anda.
Kirim Pertanyaan ke hukumonline.com
MITRA : Bung Pokrol
Bernadetha Aurelia Oktavira mendapatkan gelar Sarjana Hukum dari Universitas Sebelas Maret pada tahun 2019 dengan peminatan Hukum Perdata.
 
[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua