Jumat, 22 November 2019

Perlukah Adendum Perjanjian dalam Penarikan Kredit Revolving?

Perlukah Adendum Perjanjian dalam Penarikan Kredit Revolving?

Pertanyaan

Seperti diketahui, perjanjian kredit modal kerja revolving termasuk perjanjian pinjam-meminjam, karena klausula di dalam perjanjian kredit modal kerja revolving di bank BUMN pada hakikatnya merupakan perjanjian pinjam-meminjam. Objek perjanjian tersebut adalah benda yang habis dipakai, termasuk uang atau kredit yang diberikan kepada debitur, dan debitur berkewajiban untuk mengembalikan kredit tersebut dalam jangka waktu yang telah ditentukan. Tetapi penarikan berulang secara de jure harus ada adendum, meskipun perjanjian belum berakhir atau belum mencapai plafon kredit. Mohon penjelasannya. Terima kasih.

Intisari Jawaban

Penarikan kredit modal kerja yang bersifat revolving tidak memerlukan adendum terhadap perjanjian pokoknya. Pada praktiknya bank secara umum hanya mensyaratkan penggunaan cek atau bilyet giro dalam penarikan kredit, termasuk yang bersifat revolving. Berkaitan dengan hal tersebut, perlu diperhatikan kaidah-kaidah hukum mengenai kedudukan cek dan bilyet giro.
 
Penjelasan lebih lanjut dapat Anda klik ulasan di bawah ini.

 

Lihat Ulasan Lengkap

Setiap artikel jawaban Klinik Hukum dapat Anda simak juga melalui twitter @klinikhukum, atau facebook Klinik Hukumonline.

Cari Jawaban
Rubrik ini disediakan bagi anda untuk mengajukan persoalan hukum yang anda hadapi. Rubrik ini diperuntukkan hanya kepada member hukumonline.com
Jika anda member Hukumonline,
silakan Login, atau Daftar ID anda.
Kirim Pertanyaan ke hukumonline.com
PENJAWAB : Vania Natalie, S.H.
MITRA : Bung Pokrol
Vania Natalie mendapatkan gelar sarjana hukum dari Universitas Diponegoro dan bergabung dengan divisi Hukumonline english sebagai Legal Analyst.
 
[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua