Selasa, 10 December 2019

Aturan Lembur bagi Driver Perusahaan

Aturan Lembur bagi Driver Perusahaan

Pertanyaan

Seperti yang kita ketahui, kita memiliki aturan mengenai waktu kerja lembur, baik di dalam UU 13/2003 maupun Kepmen 102/2004. Kurang lebih, diatur bahwa waktu kerja lembur hanya dapat dilakukan paling banyak tiga jam dalam satu hari dan 14 jam dalam satu minggu. Ketentuan waktu kerja lembur dimaksud tidak termasuk kerja lembur yang dilakukan pada waktu istirahat mingguan atau hari libur resmi.   Mohon bantuannya apakah ada aturan lain yang secara spesifik menerangkan waktu kerja lembur untuk karyawan yang bekerja di sebuah perusahaan manufaktur sebagai driver, baik operational driver maupun driver truk untuk melakukan pengirim produk kami. Saat ini yang baru saya temukan adalah sebagai berikut: 1. Pasal 90 UU 22/2009. Namun yang saya pahami ini aturan ini adalah untuk perusahaan angkutan umum saja dan tidak spesifik bahwa dapat diaplikasikan untuk driver perusahaan. 2. Kepmenaker 233/2003. Namun ini pun yang saya pahami hanya diperuntukkan untuk pekerjaan di bidang jasa layanan transportasi, dan hanya untuk lembur di hari libur resminya saja. Keputusan ini tidak menjelaskan terkait dengan batas waktu kerja lembur harian dan mingguan.

Intisari Jawaban

Pengusaha yang mempekerjakan pekerja/buruh melebihi waktu kerja yang telah diatur Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan harus memenuhi syarat adanya persetujuan pekerja/buruh yang bersangkutan dan waktu kerja lembur hanya dapat dilakukan paling banyak tiga jam dalam sehari dan 14 jam dalam seminggu. Namun demikian, ketentuan ini dapat dikecualikan bagi jenis-jenis pekerjaan tertentu.
 
Bagi driver atau sopir sendiri, dikenal adanya praktik upah borongan, di mana gaji pokok dan upah lembur telah dibayarkan secara sekaligus.
 
Penjelasan lebih lanjut dapat Anda klik ulasan di bawah ini.

 

Lihat Ulasan Lengkap

Setiap artikel jawaban Klinik Hukum dapat Anda simak juga melalui twitter @klinikhukum, atau facebook Klinik Hukumonline.

Cari Jawaban
Rubrik ini disediakan bagi anda untuk mengajukan persoalan hukum yang anda hadapi. Rubrik ini diperuntukkan hanya kepada member hukumonline.com
Jika anda member Hukumonline,
silakan Login, atau Daftar ID anda.
Kirim Pertanyaan ke hukumonline.com
 
[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua