Selasa, 31 December 2019

Hak Cuti Jika Mengkhitankan Lebih dari Satu Anak

Hak Cuti Jika Mengkhitankan Lebih dari Satu Anak

Pertanyaan

Setahu saya untuk cuti mengkhitankan anak di sebuah perusahaan diberikan sebanyak dua hari dengan upah dibayar penuh. Pertanyaannya, jika karyawan tersebut mempunyai dua anak, dan akan dikhitan dalam waktu yang bersamaan, apakah karyawan tersebut mendapatkan cuti khusus atau cuti mengkhitankan anak dua hari atau empat hari, ya?

Intisari Jawaban

Upah tidak dibayar apabila pekerja/buruh tidak melakukan pekerjaan. Namun demikian, ketentuan tersebut tidak berlaku, dan pengusaha wajib membayar upah apabila pekerja/buruh tidak masuk bekerja karena mengkhitankan anaknya.
 
Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan (“UU Ketenagakerjaan”) sendiri tidak mengatur secara spesifik mengenai akumulasi hari cuti jika anak yang dikhitankan berjumlah lebih dari satu. Namun, UU Ketenagakerjaan telah mengatur bahwa pengaturan pelaksanaan ketentuan cuti tersebut ditetapkan dalam perjanjian kerja, peraturan perusahaan, atau perjanjian kerja bersama. Jika tidak diatur demikian, maka pekerja dapat bertanya kepada bagian Sumber Daya Manusia/Human Resources untuk mendapat jawaban yang pasti berdasarkan kebijakan perusahaan atau dapat juga berkonsultasi kepada Dinas Ketenagakerjaan setempat.
 
Penjelasan lebih lanjut dapat Anda klik ulasan di bawah ini.

 

Lihat Ulasan Lengkap

Setiap artikel jawaban Klinik Hukum dapat Anda simak juga melalui twitter @klinikhukum, atau facebook Klinik Hukumonline.

Cari Jawaban
Rubrik Klinik Hukum disediakan khusus bagi member Hukumonline untuk mengajukan persoalan atau permasalahan hukum yang dihadapi.
Jika Anda sudah menjadi member Hukumonline, silakan Login, atau klik Daftar untuk bergabung.
Kirim Pertanyaan ke hukumonline.com
 
[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua

×

Belajar Hukum secara online
dari pengajar berkompeten
dengan biaya terjangkau.

Mulai dari:
Rp149.000