Kedudukan Badan-badan Usaha Pembentuk Joint Operation dalam Kepailitan

Bacaan 3 Menit
Kedudukan Badan-badan Usaha Pembentuk <i>Joint Operation</i> dalam Kepailitan
Pertanyaan
Pada beberapa aturan, joint operation didefinisikan sebagai dua badan usaha atau lebih yang bekerja sama untuk sementara waktu dalam menyelesaikan proyek bersama. Dalam hal terjadi kepailitan, apakah joint operation memenuhi syarat "dua atau lebih kreditur" sebagaimana diatur dalam Pasal 2 ayat (1) UU 37/2004?
Intisari Jawaban
Joint operation merupakan kerja sama antara badan usaha jasa konstruksi asing dan nasional yang bersifat sementara untuk menangani satu atau beberapa penyelenggaraan jasa konstruksi.
 
Kerja sama ini tidak menghasilkan badan hukum baru, sehingga masing-masing badan usaha tetap berkedudukan sebagai badan hukum yang berdiri sendiri.
 
Karena tetap menjadi badan hukum yang berbeda, maka masing-masing badan usaha dalam joint operation dapat dianggap sebagai dua kreditur yang berbeda dalam situasi kepailitan.
 
Penjelasan selengkapnya dapat Anda klik ulasan di bawah ini.