Hukumnya Melakukan Prank Ojol Saat Memesan Makanan

Bacaan 7 Menit
Hukumnya Melakukan <i>Prank</i> Ojol Saat Memesan Makanan
Pertanyaan

Apakah seseorang dapat dipidana karena prank ojol atau mengerjai (nge-prank) pengemudi/driver ojek online? Kasusnya begini: seseorang memesan makanan dalam jumlah besar melalui salah satu fitur ojek online. Setelah dibelikan dan sampai di rumah customer, si customer tersebut lalu bilang bahwa ia hendak membatalkan pesanan tersebut karena sudah kenyang. Ketika si pengemudi mulai menangis, barulah ia mengaku bahwa si pengemudi sedang dikerjai guna membuat konten YouTube.

Intisari Jawaban

Prank terhadap pengemudi ojek online pada dasarnya tidak dapat dikategorikan sebagai tindak pidana. Sesuai dengan Pasal 1 ayat (1) Kitab Undang-Undang Hukum Pidana, perbuatan yang tidak dikategorikan sebagai tindak pidana tidak dapat dihukum pidana. Namun demikian, pengemudi yang dirugikan atas prank yang dialaminya tetap berhak atas ganti rugi, sesuai ketentuan Kitab Undang-Undang Hukum Perdata.

Penjelasan selengkapnya dapat dibaca pada ulasan di bawah ini.