Selasa, 21 January 2020

Langkah Hukum Jika Pesanan ‘Olshop’ Tak Kunjung Datang

Langkah Hukum Jika Pesanan ‘Olshop’ Tak Kunjung Datang

Pertanyaan

Sekitar bulan Juli kemarin saya melakukan pembelian barang secara online. Nah, waktu itu lagi ada sale jadi barangnya yang harusnya dikirim dari Malang, kata si owner dikirim dari Surabaya. Terus saya minta resi nggak dikirim-kirim. Pertanyaannya, apa saya bisa melaporkan ini sebagai penipuan, karena sudah lima bulan barang tidak kunjung dikirim? Bisakah saya minta ganti rugi berupa pengembalian uang plus ganti rugi kepada pihak penjual tanpa harus melapor ke pihak berwajib? Jikapun harus lewat jalur hukum, apakah sengketa konsumen seperti ini bisa menggunakan ranah hukum pidana pada KUHP daripada UU Perlindungan Konsumen?

Intisari Jawaban

Setiap konsumen yang dirugikan mendapat jaminan perlindungan hukum atas pembayaran ganti kerugian, sebagaimana diatur dalam Pasal 1365 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata. Penyelesaian ganti kerugian tersebut dapat dilakukan di luar pengadilan maupun melalui pengadilan. Dengan ketentuan, penyelesaian sengketa di luar pengadilan tidak akan menghilangkan tanggung jawab pidana si pelaku.
 
Di sisi lain, selain melanggar ketentuan pidana dalam
Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, tindakan penjual yang tidak mengirim barang yang sudah dibayar oleh pembeli dalam transaksi jual beli online juga dapat dikategorikan sebagai dugaan tindak pidana penipuan. Perbuatan ini dapat berujung pada sanksi pidana penjara dan/atau denda. Atas dugaan tindak pidana penipuan tersebut, korban dapat membuat laporan polisi di kantor kepolisian setempat dengan membawa bukti yang cukup.
 
Penjelasan selengkapnya dapat Anda klik ulasan di bawah ini.

 

Lihat Ulasan Lengkap

Setiap artikel jawaban Klinik Hukum dapat Anda simak juga melalui twitter @klinikhukum, atau facebook Klinik Hukumonline.

Cari Jawaban
Rubrik ini disediakan bagi anda untuk mengajukan persoalan hukum yang anda hadapi. Rubrik ini diperuntukkan hanya kepada member hukumonline.com
Jika anda member Hukumonline,
silakan Login, atau Daftar ID anda.
Kirim Pertanyaan ke hukumonline.com
 
[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua