Langkah Hukum Jika Pesanan ‘Olshop’ Tak Kunjung Datang

Bacaan 5 Menit
Langkah Hukum Jika Pesanan ‘Olshop’ Tak Kunjung Datang
Pertanyaan
Sekitar bulan Juli kemarin saya melakukan pembelian barang secara online. Nah, waktu itu lagi ada sale jadi barangnya yang harusnya dikirim dari Malang, kata si owner dikirim dari Surabaya. Terus saya minta resi nggak dikirim-kirim. Pertanyaannya, apa saya bisa melaporkan ini sebagai penipuan, karena sudah lima bulan barang tidak kunjung dikirim? Bisakah saya minta ganti rugi berupa pengembalian uang plus ganti rugi kepada pihak penjual tanpa harus melapor ke pihak berwajib? Jikapun harus lewat jalur hukum, apakah sengketa konsumen seperti ini bisa menggunakan ranah hukum pidana pada KUHP daripada UU Perlindungan Konsumen?
Intisari Jawaban
Setiap konsumen yang dirugikan mendapat jaminan perlindungan hukum atas pembayaran ganti kerugian, sebagaimana diatur dalam Pasal 1365 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata. Penyelesaian ganti kerugian tersebut dapat dilakukan di luar pengadilan maupun melalui pengadilan. Dengan ketentuan, penyelesaian sengketa di luar pengadilan tidak akan menghilangkan tanggung jawab pidana si pelaku.
 
Di sisi lain, selain melanggar ketentuan pidana dalam
Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, tindakan penjual yang tidak mengirim barang yang sudah dibayar oleh pembeli dalam transaksi jual beli online juga dapat dikategorikan sebagai dugaan tindak pidana penipuan. Perbuatan ini dapat berujung pada sanksi pidana penjara dan/atau denda. Atas dugaan tindak pidana penipuan tersebut, korban dapat membuat laporan polisi di kantor kepolisian setempat dengan membawa bukti yang cukup.
 
Penjelasan selengkapnya dapat Anda klik ulasan di bawah ini.