Selasa, 18 Pebruari 2020

Penanganan Kasus Pemukulan oleh Satpol PP Saat Demonstrasi

Penanganan Kasus Pemukulan oleh Satpol PP Saat Demonstrasi

Pertanyaan

Sebelum saya bertanya pasal berapa, undang-undang nomor berapa, serta tugas kepolisian seperti apa, saya sedikit akan menceritakan kronologi kasus pemukulan ini. Jadi tanggal 30 November 2017 lalu, saya dan dua orang teman saya melakukan aksi unjuk rasa di salah satu kampus di Sulawesi Tenggara. Poin yang menjadi tuntutan kami pada saat itu adalah masalah demokrasi kampus. Ada salah satu teman saya yang melakukan orasi singkat menyinggung pribadi salah satu dosen di kampus tersebut, namun tidak secara jelas menyebutkan kasusnya, nama, serta waktu dan tempat.   Tidak lama setelah itu salah satu pengelola kampus yang merespon orasi tersebut spontan naik ke atas mobil tempat orator menyampaikan orasinya yang berdampak terjadinya aksi spontan dari teman saya yang satunya lagi untuk menarik dosen tersebut turun dari mobil. Namun tiba-tiba beberapa orang mahasiswa serta Satpol PP dengan pakaian dinas menarik dan memukuli teman saya. Setelah kejadian itu, kami melaporkan perbuatan tersebut ke Polres setempat.   Laporan kami masukkan, bukti serta hasil visum pihak kepolisian sudah dikantongi. Namun hingga hari ini, dalam waktu dua tahun, sama sekali tidak ada progres kasus dari pihak kepolisian. Pertanyaan saya, tugas kepolisian harusnya seperti apa? Serta undang-undang nomor berapa yang mengatur tentang kasus pemukulan dan tentang tahap penanganan kasus pidana?

Intisari Jawaban

Pada dasarnya, Satuan Polisi Pamong Praja (“Satpol PP”) bukan merupakan anggota kepolisian seperti pada umumnya. Satpol PP bertugas:
  1. menegakkan peraturan daerah dan peraturan kepala daerah;
  2. menyelenggarakan ketertiban umum dan ketenteraman; dan
  3. menyelenggarakan pelindungan masyarakat.
 
Adapun kasus pemukulan yang sedang Anda hadapi tergolong sebagai Tindak Pidana Penganiayaan yang diatur dalam Pasal 351 ayat (1) Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP). Sedangkan undang-undang yang mengatur tentang tata cara penanganan kasus tersebut adalah Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1981 tentang Hukum Acara Pidana (KUHAP).
 
Penjelasan selengkapnya dapat Anda klik ulasan di bawah ini.

 

Lihat Ulasan Lengkap

Setiap artikel jawaban Klinik Hukum dapat Anda simak juga melalui twitter @klinikhukum, atau facebook Klinik Hukumonline.

Cari Jawaban
Rubrik ini disediakan bagi anda untuk mengajukan persoalan hukum yang anda hadapi. Rubrik ini diperuntukkan hanya kepada member hukumonline.com
Jika anda member Hukumonline,
silakan Login, atau Daftar ID anda.
Kirim Pertanyaan ke hukumonline.com
 
[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua