Kamis, 23 January 2020

‘Rambu-rambu’ Investasi dari Perusahaan Modal Ventura PMA

‘Rambu-rambu’ Investasi dari Perusahaan Modal Ventura PMA

Pertanyaan

Start-up saya akan mendapatkan investasi dalam waktu dekat, yang berbentuk modal ventura antara asing dan modal dalam negeri. Adakah ketentuan atau rambu-rambu yang perlu saya perhatikan terkait calon investor saya ini?

Intisari Jawaban

Beberapa hal yang perlu diperhatikan dari perusahaan modal ventura (“PMV”) penanaman modal asing adalah bentuknya yang wajib berupa Perseroan Terbatas (PT) berdasarkan hukum Indonesia, berkedudukan di dalam wilayah negara Republik Indonesia, dan telah mendapatkan izin usaha dari Otoritas Jasa Keuangan. Perlu dipastikan pula apakah kegiatan investasi PMV tersebut masuk ke dalam ruang lingkup skema penyelenggaraan usaha modal ventura dan tujuan pembiayaan yang sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
 
Dari sisi penerima modal atau pasangan usaha, perlu diperhatikan klasifikasi bidang usaha perusahaan. Apabila bidang usaha perusahaan termasuk dalam kategori bidang usaha yang terbuka dengan persyaratan pembatasan kepemilikan modal asing, maka perlu dilihat terlebih dahulu berapa besaran maksimal kepemilikan asing yang dibolehkan mengacu pada Lampiran III Peraturan Presiden Nomor 44 Tahun 2016 tentang Daftar Bidang Usaha yang Tertutup dan Bidang Usaha yang Terbuka dengan Persyaratan di Bidang Penanaman Modal.
 
Penjelasan selengkapnya dapat Anda klik ulasan di bawah ini.

 

Lihat Ulasan Lengkap


Setiap artikel jawaban Klinik Hukum dapat Anda simak juga melalui twitter @klinikhukum, atau facebook Klinik Hukumonline.

Cari Jawaban
Rubrik ini disediakan bagi anda untuk mengajukan persoalan hukum yang anda hadapi. Rubrik ini diperuntukkan hanya kepada member hukumonline.com
Jika anda member Hukumonline,
silakan Login, atau Daftar ID anda.
Kirim Pertanyaan ke hukumonline.com
PENJAWAB : Easybiz
MITRA : Easybiz
Bisnis menjadi mudah
 
[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua