Adakah Perlindungan Hukum Bagi Peretas yang Beretika (Ethical Hacker)?

Bacaan 5 Menit
Adakah Perlindungan Hukum Bagi Peretas yang Beretika (<i>Ethical Hacker</i>)?
Pertanyaan

Adakah perlindungan hukum bagi orang-orang yang sengaja menerobos sistem keamanan suatu website perusahaan, lalu berhasil menemukan bug dan memberitahukannya kepada perusahaan? Soalnya beberapa perusahaan memang mengapresiasi tindakan ini, tapi sebagian yang lain malah melaporkan pelaku ke polisi.

Intisari Jawaban
Belum ada pengecualian hukum bagi peretas ilegal, meskipun aktivitasnya justru membantu suatu perusahaan. Sekalipun pelakunya memenuhi unsur ethical hacking (peretasan beretika), namun ia tetap berisiko mendapatkan ancaman hukuman bila pihak yang diretas tidak senang dengan tindakan tersebut.
 
Terhadap orang-orang yang secara sengaja melakukan penerobosan terhadap sistem keamanan suatu website perusahaan tanpa izin, meskipun berhasil menemukan bug (cacat/celah program) dan memberitahukannya kepada perusahaan, diancam Pasal 30 jo. Pasal 46 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dengan penjara paling banyak delapan tahun dan denda mencapai Rp800 juta.
 
Penjelasan selengkapnya dapat Anda klik ulasan di bawah ini.