Hak Makelar dan Mediator Nonhakim

Bacaan 4 Menit
Hak Makelar dan Mediator Nonhakim
Pertanyaan
Saya ingin konsultasi terkait kerjasama antara kedua belah pihak dalam jual beli barang. Posisi saya adalah penengah atau mediator. Saya tidak ingin apabila saya sudah mempertemukan keduanya, saya dibuang begitu saja dan tidak mendapatkan hak dari keuntungan transaksi tersebut. Saya pun ingin selama transaksi itu berjalan saya tetap mendapatkan hak saya. Saya tidak ingin dicurangi, dikhianati, atau di-by pass. Adakah cara hukum untuk saya menyikapi hal ini?
Intisari Jawaban
Jika mediator yang dimaksud adalah makelar yang mempertemukan penjual dan pembeli, makelar dapat bertindak berdasarkan pemberian kuasa dari penjual untuk menjual atau mencari pembeli barang. Fee/honorarium terkait tindakan tersebut dapat diatur di dalam perjanjian, untuk menjamin terpenuhinya hak si makelar.
 
Hal yang sama berlaku jika mediator yang dimaksud adalah mediator nonhakim dalam penyelesaian sengketa perdata. Peraturan Mahkamah Agung Nomor 1 Tahun 2016 tentang Prosedur Mediasi di Pengadilan telah mengatur bahwa biaya jasa mediator nonhakim dan bukan pegawai pengadilan ditanggung bersama atau berdasarkan kesepakatan para pihak.
 
Penjelasan selengkapnya dapat Anda klik ulasan di bawah ini.