Kena e-Tilang karena Melawan Arus Lalu Lintas

Bacaan 3 Menit
Kena e-Tilang karena Melawan Arus Lalu Lintas
Pertanyaan
Saya mau mencari tempat yang ada lowongan pekerjaannya. Saat itu situasinya akan hujan dan saya belum memakai mantel. Tiba-tiba, hujan datang. Saya panik dan belok ke jalan yang ternyata satu arah. Nah, belum memasuki jalan, baru mau belok, saya sadar kalau itu satu arah. Akhirnya saya pinggirkan motor di bangunan di sudut perempatan untuk memakai mantel. Tapi tiba-tiba datang polisi dan bilang kalau saya melanggar. Akhirnya, mereka minta STNK dan SIM saya. Nah pertanyaan saya, apakah saya bisa melakukan pembelaan dan apakah denda tilang saya termasuk berat sampai bisa didenda Rp500 ribu? Kalau uang sebanyak itu, saya kesulitan untuk membayarkannya. Dan saya dapat sms e-Tilang sebesar Rp100 ribu. Apakah biaya tilang hanya sebesar Rp100 ribu atau masih ada Rp500 ribu lagi?
Intisari Jawaban
Pengemudi kendaraan bermotor di jalan memang wajib mematuhi ketentuan rambu perintah atau rambu larangan, termasuk rambu petunjuk jalan satu arah. Hal ini sesuai ketentuan Pasal 287 ayat (1) Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.
 
E-Tilang sendiri pada dasarnya bekerja sebagaimana tilang konvensional. Petugas yang menemukan pelanggaran lalu lintas mencatat identitas, jenis pelanggaran, dan besaran denda. Setelah itu, data diinput dan dikirim ke server salah satu bank. Pihak bank akan mengirimkan pesan singkat (SMS) ke pelanggar mengenai nominal denda tilang yang harus dibayarkan melalui rekening bank tersebut. Berapa sanksi dendanya?
 
Penjelasan selengkapnya dapat Anda klik ulasan di bawah ini.