Kamis, 12 March 2020

Bolehkah Menyembunyikan Anggota Keluarga yang Kabur dari Suaminya?

Bolehkah Menyembunyikan Anggota Keluarga yang Kabur dari Suaminya?

Pertanyaan

Saya sudah menjalin rumah tangga enam tahun bersama istri dan dikaruniai dua anak. Sudah dua minggu istri kabur membawa anak-anak dari rumah, sampai sekarang tidak diketahui keberadaanya dan sudah dilaporkan hilang ke pihak kepolisian. Sudah sempat mencari ke rumah mertua dan keluarganya tidak ada hasil. Keluarga terkesan menutupi serta menyembunyikan keberadaan anak dan istri. Tiba-tiba, ada surat gugatan cerai dari Pengadilan Agama yang diajukan istri saya lewat kuasa hukumnya. Akan tetapi semua keterangan yang didakwakan ke saya tidak benar dan palsu. 1. Apakah bisa pihak-pihak yang turut serta membantu menyembunyikan istri saya dalam melarikan diri dituntut secara hukum? 2. Apakah bisa istri saya dilaporkan ke pihak kepolisian karena keterangan yang diajukan dalam gugatan cerai di Pengadilan Agama itu palsu? 3. Bagaimana status proses persidangan gugatan cerai di Pengadilan Agama?

Intisari Jawaban

Pertama, tindakan keluarga yang menyembunyikan keberadaan istri Anda yang melarikan diri atas kemauan sendiri tidak dapat dituntut secara hukum. Seseorang hanya dapat dipidana apabila menyembunyikan orang yang telah melakukan suatu kejahatan atau sedang dituntut karena kejahatan.
 
Kedua, apabila seseorang sebagai pihak penggugat memberikan dalil-dalil di dalam gugatan yang tidak sesuai fakta-fakta dan juga tanpa didukung bukti-bukti valid, maka dapak hukumnya adalah dalil tersebut akan ditolak.
 
Ketiga, proses beracara (alur persidangan) pada Pengadilan Agama pada prinsipnya sesuai dengan Hukum Acara Perdata pada umumnya.
 
Penjelasan lebih lanjut dapat Anda klik ulasan di bawah ini.

 

Lihat Ulasan Lengkap

Setiap artikel jawaban Klinik Hukum dapat Anda simak juga melalui twitter @klinikhukum, atau facebook Klinik Hukumonline.

Cari Jawaban
Rubrik ini disediakan bagi anda untuk mengajukan persoalan hukum yang anda hadapi. Rubrik ini diperuntukkan hanya kepada member hukumonline.com
Jika anda member Hukumonline,
silakan Login, atau Daftar ID anda.
Kirim Pertanyaan ke hukumonline.com
 
[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua