Selasa, 10 Maret 2020

Ketentuan Pembagian Waris Islam dalam Keadaan Kalalah

Ketentuan Pembagian Waris Islam dalam Keadaan Kalalah

Pertanyaan

Nenek saya yang telah meninggal dunia pada tahun 2013 memiliki adik yang tidak pernah menikah dan tidak mempunyai keturunan. Adik nenek saya ini meninggal dunia pada tahun 2018 dan meninggalkan harta warisan berupa aset properti dan deposito.   Nenek saya sendiri memiliki enam orang anak, yaitu: 1. Bapak A (memiliki dua orang anak perempuan), 2. Bapak B (memiliki satu orang anak perempuan), 3. Ibu C, 4. Bapak D (memiliki dua orang anak laki-laki dan satu anak perempuan), 5. Ibu E, dan 6. Ibu F.   Bapak A meninggal pada tahun 2016 dan Bapak B meninggal pada tahun 2015, sehingga meninggal terlebih dahulu daripada adik nenek saya. Bapak D meninggal tepat seminggu setelah adik nenek saya meninggal dunia.   Pertanyaannya, berdasarkan Kompilasi Hukum Islam tentang ahli waris, apakah anak-anak dari Bapak A & Bapak B mendapatkan hak waris menggantikan hak waris almarhum Bapak A & Bapak B?

Intisari Jawaban

Tidak. Berdasarkan Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 1991 tentang Penyebarluasan Kompilasi Hukum Islam tentang ahli waris, anak-anak dari Bapak A & Bapak B tidak mendapatkan hak waris menggantikan hak waris almarhum Bapak A & Bapak B karena terhijab oleh anak-anak perempuan nenek Anda, yaitu Ibu C, Ibu E, dan Ibu F serta Bapak D sebagai anak laki-laki nenek Anda yang meninggal sebelum harta warisan dibagikan.
 
Penjelasan selengkapnya dapat Anda klik ulasan di bawah ini.

 

Lihat Ulasan Lengkap

Setiap artikel jawaban Klinik Hukum dapat Anda simak juga melalui twitter @klinikhukum, atau facebook Klinik Hukumonline.

Cari Jawaban
Rubrik ini disediakan bagi anda untuk mengajukan persoalan hukum yang anda hadapi. Rubrik ini diperuntukkan hanya kepada member hukumonline.com
Jika anda member Hukumonline,
silakan Login, atau Daftar ID anda.
Kirim Pertanyaan ke hukumonline.com
 
[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua